Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Survei SMRC: PDIP Berpeluang Kalah Jika Usung Puan Maharani Sebagai Capres

Survei SMRC: PDIP Berpeluang Kalah Jika Usung Puan Maharani Sebagai Capres
Puan Maharani, Ketua DPR RI. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan rilis terbarunya terkait peluang para capres untuk maju dalam kontestasi pemilu 2024.

Dalam hal ini, PDIP dalam pemilu 2024 memang bisa untuk mengajukan capres tanpa harus berkoalisi. Bahkan PDIP bisa menang apabila tidak salah langkah dalam mengambil tindakan pencapresan tersebut.

Namun, apabila PDIP mencalonkan Puan Maharani sebagai Capres 2024, peluang kalah justru akan lebih besar.

Berdasarkan survei yang SMRC lakukan sejak Maret 2021-Agustus 2022, Puan memiliki elektabilitas yang cenderung buruk.

Pada Maret 2021, elektabilitas Puan hanya bertengger di angka 0,5 persen. Di Agustus 2022, elektabilitas Puan naik sangat tipis, yakni hanya menjadi 1 persen.

Baca: SMRC Sebut Tiga Faktor Dukungan ke Ganjar Melonjak Jelang Pilpres 2024

”Puan itu enggak ke mana-mana. Di angka yang gap-nya terlalu jauh, 1 persen. Itu dari 0,5 jadi 1. Secara statistik itu enggak signifikan. Kalau dari 0,5 jadi 4 sih bisa. Itu ada kemajuan. Kalau 0,5 jadi 1 itu enggak pergi ke mana-mana,” papar pendiri SMRC Saiful Mujani, Jumat (16/9/2022).

Sehingga, jika melihat elektabilitas Puan yang anjlok, Saiful tidak melihat alasan kenapa PDI-P harus mencalonkan Puan Maharani.

Baca: Survei SMRC, Prabowo Puncaki Perolehan Suara Capres 2024 dari Elite Partai

Menurut dia, jika PDIP memiliki target agar capres yang mereka usung harus menang menjadi Presiden, maka sangat berat kalau mencalonkan Puan.

”Kalau kondisinya seperti ini ya berat dong,” ucap dia.

Menurutnya, banyak calon lain yang mempunyai elektabilitas lebih unggul ketimbang Puan maharani. Sehingga, apabila PDIP tetap memilih puan, peluang menang justru akan lebih kecil.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Ruangan komen telah ditutup.