Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penyakit Mata Merah Bisa Menular dari Pandangan, Benar apa Tidak? Ini Penjelasannya

Penyakit Mata Merah Bisa Menular dari Pandangan, Benar apa Tidak? Ini Penjelasannya
Foto: Ilustrasi mengobati sakit mata merah (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Ada banyak jenis penyakit yang menyerang mata. Salah satu yang sering dialami adalah sakit mata merah.

Saat terkena mata merah ini bisa mengganggu aktifitas sehari-hari. Pasalnya, mata terasa perih dan terkadang sulit dibuka.

Selama ini, orang yang sakit mata merah sering dihindari. Soalnya, mata merah ini bisa menular melalui pandangan atau tatapan mata. Benarkah?

Baca juga: Ini Cara Memanjangkan Bulu Mata agar Lebih Lentik, Mudah dan Tanpa Banyak Ongkos

Melansir dari Hello Sehat, penyakit pada mata bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti virus, bakteri, alergi, hingga masuknya zat asing ke mata. Nah, saat seseorang mengalami sakit mata, bukan berarti Anda harus menjauhinya, loh.

Pasalnya, sakit mata tidak menular langsung dari kontak mata dengan penderita, melainkan berasal dari kebersihan diri yang kurang terjaga.

Dokter Mata dan Bedah Retina di RS PGI Cikini dr. Gilbert WS Simanjuntak, Sp.M(K) mengungkapkan bahwa sebenarnya kunci dari kesehatan mata dan tubuh adalah kebersihan. Jika benar sakit mata menular melalui pandangan seharusnya ia akan sering terpapar karena berhadapan langsung dengan pasien sakit mata.

Pernyataan senada pun diutarakan oleh Dr. Jill Swartz dari GoHealth Urgent Care. Menurutnya, sakit mata menular karena sang penderita menyentuh matanya sendiri kemudian bersentuhan dengan orang lain.

Akibatnya, ada infeksi virus atau bakteri yang akan dengan cepat berpindah ke orang lain.

Melansir laman Mayo Clinic, sakit mata dapat terjadi di permukaan atau dalam struktur mata Anda yang lebih dalam. Biasanya, gejala sakit mata ditandai dengan mata merah, perih, gatal, hingga kehilangan penglihatan.

Salah satu penyakit pada mata yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva.

Konjungtivitis adalah kondisi ketika adanya peradangan atau infeksi pada membran transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata.

Peradangan pada pembuluh darah di konjungtiva ini yang kemudian menjadi penyebab mata merah akibat konjungtivitis.

Penanganan bagi penderita sakit mata menular

Terdapat beragam cara untuk mengatasi sakit mata. Tentunya, cara yang Anda pilih bergantung pada penyebabnya. Kendati begitu, secara umum, ada beberapa cara untuk mengobati sakit mata yang Anda alami, sebagai berikut.

1. Obat tetes mata

Sekitar setengah dari penderita sakit mata bisa sembuh dalam kurun waktu dua minggu tanpa perawatan medis. Biasanya, dokter hanya akan meresepkan obat tetes mata yang mengandung dekongestan atau antihistamin guna meredakan iritasi dan pembengkakan.

Dosis pemberian obat tetes mata tergantung pada jenisnya. Selain obat tetes mata, salep juga biasa digunakan jika sakit mata konjungtiva terjadi pada bayi dan anak-anak.

Penting untuk diketahui, penglihatan beberapa orang bisa menjadi buram setelah menggunakan obat tetes mata. Itu sebabnya, pastikan Anda tidak berencana melakukan hal-hal yang membahayakan diri dan orang lain setelah melakukan perawatan ini.

2. Kompres mata

Selain rutin menggunakan resep dari dokter, sebaiknya iringi juga dengan melakukan perawatan sendiri untuk meringankan gejala sakit mata menular dan mempercepat pemulihan. Salah satunya, yaitu mengompres mata dengan air dingin.

Melansir situs American Academy of Ophthalmology, Anda hanya cukup menggunakan kantong berisi es dan letakkan di atas mata Anda selama 15-20 menit. Lakukan beberapa kali dalam sehari dan usapkan lembut pada mata yang tertutup.

Sementara itu, Anda bisa menggunakan kompres air hangat sebagai obat alami untuk mengatasi gejala sakit mata yang bengkak karena bintitan.

3. Operasi

Operasi bukanlah pengobatan biasa untuk kondisi yang menyebabkan sakit mata, tetapi terkadang diperlukan. Contoh prosedur yang digunakan untuk mengobati sakit mata, di antaranya drainase cairan dari mata, donor mata, atau pembukaan jalur saluran air mata. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai penanganan sakit mata menular.

Bagaimana mencegah penularan sakit mata?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sakit mata menular sering kali disebabkan kurang menjaga kebersihan diri. Oleh karena itu, cara pencegahan yang tepat juga harus melibatkan aspek kebersihan, seperti di bawah ini.

  • Jangan sentuh mata menggunakan tangan secara langsung, apalagi mengucek mata.
  • Hindari berbagi barang pribadi, seperti handuk mandi, dengan orang lain.
  • Singkirkan terlebih dahulu produk kosmetik, terutama yang bersentuhan dengan mata.
  • Selalu mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah memegang sesuatu untuk menghindari infeksi virus dan bakteri.
  • Hindari berbagi kosmetik, lensa kontak, ataupun barang perawatan mata pribadi.
  • Selalu lepaskan lensa kontak pada malam hari dan ikuti petunjuk penggunaan kebersihan lensa.
  • Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan kacamata.
  • Sebaiknya tidak berenang terlebih dahulu bila Anda memiliki infeksi mata.

Melakukan tindakan pencegahan penularan sakit mata sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan penglihatan Anda. Penyakit pada mata yang sering kali dianggap tidak serius pun perlu segera ditangani supaya Anda tetap nyaman dan kesehatan mata tetap terjaga.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.