Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kebakaran, Warga Pojok Grobogan Kehilangan Rumah dan Tiga Sapi

Kebakaran, Warga Pojok Grobogan Kehilangan Rumah dan Tiga Sapi | MURIANEWS
Kebakaran rumah di Dusun Sremen RT 01/RW 08, Desa Pojok, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (15/9/2022) sore. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Sremen, Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (15/9/2022).

Dalam peristiwa itu, korban kebakaran, Suwarno (61), warga yang tinggal di RT 1 RW 8 desa setempat tak hanya kehilangan rumahnya karena ludes terbakar.

Ia juga harus merelakan tiga ekor sapinya yang mati terpanggang dalam kebakaran itu. Suwarno pun mengalami kerugian hingga Rp 150 juga akibat musibah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilik rumah, Suwarno bekerja di luar Jawa. Sedangkan sang istri, Suparmi (52) pada saat kejadian sedang pergi ke sawah.

Baca: Diduga Gara-gara Ini, Pabrik Tahu di Sragen Kebakaran

Kejadian kebakaran itu kali pertama diketahui Siswati, tetangga korban. Dia melihat asap tebal dari kandang sapi milik korban sekitar pukul 15.30 sore tadi.

”Tetangga itu kemudian memberi tahu warga lainnya, dan mengecek bagian kandang sapi. Ternyata api sudah membesar di kandang dan merembet ke rumah bagian depan,” terang Kasatpol PP Grobogan Nurnawanta.

Kebakaran itu pun kemudian dilaporkan ke Damkar Grobogan. Petugas sampai di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB. Sebanyak 16 petugas Damkar dari Pos Induk Purwodadi dan Pos Wirosari diterjunkan ke lokasi.

Api berhasil dipadamkan tak berapa lama kemudian. Namun, kobaran api sudah meratakan rumah milik korban. Sapi di kandangnya pun ikut mati terpanggang.

Kebakaran tersebut melahap dua bangunan rumah limasan 9×9 meter yang terbuat dari kayu jati. Sebuah kandang sapi berukuran 3×6 meter beserta tiga ekor sapi dan perabot rumah juga turut terbakar. Kerugian total mencapai sekitar Rp 150 juta.

”Penyebab kebakaran ini diduga berasal dari api bediang sapi untuk mengusir lalat atau nyamuk, yang kemudian merambat ke tumpukan jerami kering,” tutupnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada akan terjadinya kebakaran. Saat ditinggal pergi, pastikan di rumah tidak terdapat sesuatu hal yang bisa menyebabkan kebakaran. Yakni seperti api bediang dan elektronik yang masih menyala yang berpotensi korslet.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.