Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Antar 347 Ekstasi, Tukang Ojek di Semarang Diringkus Polisi

Ilustrasi borgol. (Merdeka.com/Imam Buhori)

MURIANEWS, Semarang – Seorang tukang ojek berinsial BW (44) warga Pringapus, Kabupaten Semarang, ditangkap polisi saat mengantarkan 347 ekstasi ke salah satu hotel di Lemah Bang, Bandungan, Kabupaten Semarang.

BW sendiri tak berkutik setelah tertangkap basah aparat Ditresnarkoba Polda Jateng. Ia pun mengakui ratusan butir ekstasi tersebut milik seseorang berinisial B dari Tuntang.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian, mengatakan BW merupakan tukang ojek pangkalan yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai kurir narkoba jenis ekstasi.

BW ditangkap pada 1 September 2022 di area sebuah hotel di Lemah Bang, Bandungan, Kabupaten Semarang.

”Dari pengakuannya, ia ditugaskan seorang berinsial B untuk mengantarkan ekstasi dari Tuntang. Dia diperintah mengantar barang tersebut kepada seseorang di sebuah hotel di Jalan Lemah Bang Bandungan,” kata Lutfi seperti dikutip Solopos.com, Kamis (15/9/2022).

Lutfi mengaku saat ini pihaknya masih memburu sosok berinisial B yang memerintahkan BW untuk menjadi kurir narkoba jenis ekstasi itu. Meski demikian, bersama BW, polisi juga menyita sebuah tas kain warna hitam, 34 paket berisi 10 butir ekstasi, 1 paket berisi 6 butir ekstasi, dan satu paket ekstasi di dalam sedotan.

”Dari tersangka, disita juga sebuah handphone warna biru metalik berikut sim card-nya,” tutur Kombes Lutfi Martadian.

Lutfi menambahkan ekstasi yang diantar tukang ojek pangkalan itu rencana diedarkan di Kabupaten Semarang dan sekitarnya, khususnya di tempat hiburan.

Atas perbuatannya itu, BW pun dijerat dengan Pasal 114 dan 112 UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Tukang ojek pangkalan di Kabupaten Semarang itu pun dijerat dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.