Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cegah Stunting, Calon Pengantin di Grobogan Diberi Kursus

Cegah Stunting, Calon Pengantin di Grobogan Diberi Kursus
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang usai melaksanakan program Suscatin di Grobogan. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Angka stunting di Grobogan, Jawa Tengah memang terus menurun. Namun begitu, pencegahan stunting perlu terus dilakukan, salah satunya melalui kursus calon pengantin.

Itulah yang dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang di Kabupaten Grobogan.

Ketua Tim tersebut, Mahalul Azam mengatakan, kursus calon pengantin dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

”Pengabdian kepada masyarakat melalui kursus pasangan calon pengantin ini dikemas dengan beberapa kegiatan,” ujarnya, Kamis (15/9/2022).

Baca: Terpilih Jadi Ketua IDI Grobogan, Djatmiko: Stunting, AKI-AKB Masih Tinggi

Dalam kegiatan itu, para calon pengantin diberi edukasi tentang stunting, yakni faktor yang menyebabkan, pencegahan dan penanggulangannya. Kemudian, konseling dan pendampingan calon ibu yang memiliki potensi risiko.

”Kemudian praktik deteksi dini stunting pada balita. Terakhir, edukasi makanan sehat dan seimbang bagi ibu hamil, balita serta anak,” imbuhnya.

Program itu telah dilaksanakan pada 20 orang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan pada September di Kecamatan Grobogan. Calon pengantin itu juga mendapatkan program konseling dan pendampingan sebagai kelanjutannya.

Untuk diketahui, prevalensi stunting di Grobogan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada 2018, angkanya yaitu 39,3 persen.

Angka itu turun menjadi 29,13 persen pada tahun 2020. Kemudian pada tahun 2021 turun sangat signifikan menjadi 9,6 persen.

Angka itu sekaligus menempatkan kabupaten Grobogan menjadi kabupaten dengan prevalensi terendah di Jawa Tengah.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.