Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Koleksi Pabriek Rokok H Mc Noer Hamid Koedoes Dihibahkan ke Museum Kretek

Salah satu koleksi Pabriek H Mc Noer Hamid Koedoes yang dihibahkan ke Museum Kretek. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan barang sejarah kretek milik Pabriek H Mc Noer Hamid Koedoes dihibahkan ke Museum Kretek Kudus, Rabu (15/9/2022). Barang-barang tersebut berupa koleksi foto, cap produk rokok, hingga piring yang digunakan untuk sarana promosi.

Barang hibah tersebut menceritakan sejarah perjalanan kretek di tahun 1920-1930. Alfons Ramadhan Alexandri generasi ke empat H Mc Noer Hamid mengatakan, barang hibah yang dihibahkan merupakan refotografi dari foto asli yang diperbaharui dengan ukuran yang lebih besar.

Ia mengatakan, Pabriek Rokok H Mc Noer Hamid dulunya ada di Kedungpaso, Desa Sunggingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ada berbagai macam merek rokok yang dulunya dikeluarkan.

”Ada merek Tjap Saboek, merek Tjap Fuad, Tjap Ampat Kuda, dan merek Daun Waru. Mulai dirintis 1909 tapi terdaftarnya tahun 1922, dan berhenti beroprasi sekitar tahun 1966 – 1970-an,” katanya, Kamis (15/9/2022).

Baca: PR Sukun Hibahkan Delapan Koleksinya ke Museum Kretek Kudus

Ia menjelaskan, di sejumlah foto yang diserahkan ke museum kretek ini, merupakan foto-foto H Mc Noer Hamid, hingga keluarga besarnya.

”Saya mewakili keluarga, kami sampaikan kutipan sejarah dan barang-barang sejarah. Mudah-mudahan segala bentuk barang yang kami berikan jadi tambahan edukasi sejarah di Museum Kretek,” terangnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kretek dan Taman Budaya Kudus Yusron mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian ke barang-barang serharah kretek peninggalan Pabriek H Mc Noer Hamid itu.

Terlebih foto-foto yang diserahkan hasil pembaruan yang diperbesar, pihaknya akan melihat dulu foto-foto dengan ukuran aslinya.

”Karena ini foto ada yang repro, kami akan lihat dulu foto-foto aslinya juga, lalu ada kajian. Baru nantinya setelah pengkajian selesai baru akan didisplay,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.