Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Menikah dengan Wanita yang Berusia Lebih Tua, Ini Plus Minusnya yang Penting Diketahui

Menikah dengan Wanita yang Berusia Lebih Tua, Ini Plus Minusnya yang Penting Diketahui
Foto: Ilustrasi pernikahan (Lubov Lisitsa dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Seorang pria kebanyakan menikah dengan wanita yang seusia atau lebih muda. Namun, ada juga pria yang justru menikah dengan wanita pujaan yang usianya jauh lebih tua.

Selisih usia wanita yang dinikahi ini ada yang hanya terpaut beberapa tahun. Tetapi, ada juga yang selisihnya sampai belasan hingga puluhan tahun.

Seorang pria yang menikah dengan wanita yang usianya lebih tua ini memang tidak ada larangan. Meski demikian, ada plus minusnya yang perlu diketahui.

Baca juga: Ini Penyebab Stres yang Muncul Jelang Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Melansir dari Hello Sehat, Rabu (14/9/2022), siap-siap dengan tiga hal ini jika Anda ingin menikah dengan wanita lebih tua. Berikut beberapa hal diantaranya:

1. Siap untuk tidak memiliki anak

Di usia yang sudah melewati masa keemasan, punya anak mungkin sudah bukan menjadi prioritas hidup bagi kebanyakan wanita karena satu dan lain hal. Oleh karena itu jika Anda sudah memantapkan hati untuk menikah dengan wanita lebih tua, pastikan Anda berdiskusi dulu untuk meluruskan visi dan misi Anda berdua terkait keputusan punya momongan.

Ada banyak yang menjadi pertimbangannya dalam memutuskan hal ini. Beberapa wanita merasa sudah tak lagi sanggup untuk mengurus anak di usia lanjut. Sementara yang lainnya mungkin sudah membawa anak dari pernikahan terdahulu yang sudah beranjak dewasa sehingga berpikiran tak ingin/perlu lagi punya anak di usia lanjut ini.

Keputusannya untuk tidak punya anak juga bisa berangkat dari pertimbangan pahit bahwa si calon anak nanti harus tumbuh besar dengan ibu yang sudah sangat tua, dan mungkin sakit-sakitan.

Meskipun hal ini sudah disepakati, masalah memiliki anak ini bisa menjadi persoalan yang bisa muncul dari dalam pernikahan Anda. Selanjutnya, diskusikan juga mengenai penggunaan kontrasepsi.

2. Masalah kehamilan

Jika keputusan untuk punya momongan tidak menjadi masalah bagi calon istri Anda, merencanakan kehamilan di usia 35 tahun ke atas memiliki risikonya tersendiri. Setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita cenderung menurun sehingga relatif lebih sulit hamil. Risiko komplikasi pada wanita yang hamil di atas usia 35 tahun juga lebih tinggi dibandingkan yang hamil di usia lebih muda, seperti lebih rentan keguguran dan bayi lahir prematur atau berat lahir rendah.

Hal ini dilatarbelakangi berbagai kondisi terkait penuaan, seperti penurunan jumlah dan kualitas sel telur, perubahan hormon menjelang menopause yang berakibat pada perubahan siklus ovulasi, serta peningkatan risiko kondisi medis tertentu seperti endometriosis yang dapat memengaruhi peluang kehamilan.

3. Mendominasi hubungan

Semakin lama seseorang hidup di dunia, semakin banyak asam garam kehidupan yang telah dilaluinya. Banyaknya pengalaman hidup ini sedikit banyak memengaruhi kuatnya karakter seseorang.

Namun, hal ini bisa berubah menjadi dominasi dalam sebuah hubungan. Tidak mengherankan jika wanita memegang kendali dari hal-hal kecil seperti menentukan tempat makan hingga hal-hal besar seperti menentukan karier pasangannya.

Sikap ini lalu sering dikaitkan dengan sifat posesif yang juga bisa menghantui hubungan Anda. Wanita yang mendominasi percaya bahwa pria harus mengikuti dan menjalankan sesuatu sesuai caranya demi kebaikan bersama.

Apalagi jika pasangan pria tidak komplain terhadap dominasi pasangan wanitanya, kondisi ini tentu kurang ideal untuk masa depan sebuah hubungan.

Hal yang menanti dari pasangan dari wanita yang lebih tua

Berikut beberapa keuntungan yang bisa diperoleh:

1. Kehidupan yang lebih mapan

Pada umumnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir mengenai masalah finansial jika memutuskan untuk menikah dengan wanita lebih tua. Kebanyakan dari mereka sudah memiliki hidup dan karir yang mapan, dan tidak lagi mengandalkan uang orangtua.

Namun, tentu bukan berarti Anda menikahinya hanya keuntungan material semata atau hanya supaya Anda tidak perlu repot-repot memikirkan cicilan apartemen atau mobil. Anda harus ingat, bahwa apa yang mereka miliki saat ini karena wanita seperti mereka adalah wanita yang cerdas dan bekerja keras.

2. Lebih dewasa

Semakin bertambahnya umur, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa. Anda yang memilih menikah dengan wanita lebih tua tidak perlu ragu lagi soal pemikiran, karena wanita ini memiliki pemikiran yang lebih dewasa dan tegas. Mereka tidak menyukai konflik sepele ataupun marah-marah tidak jelas. Mereka cukup pandai dalam mengatur emosi maupun suasana hati mereka. Bukan hanya itu, wanita dewasa juga berhati-hati dalam menentukan pilihannya.

3. Banyak pengalaman hidup

Wanita yang lebih tua, biasanya telah banyak melewati masa-masa sulit atau kegagalan baik dari segi kehidupan, pekerjaan, maupun percintaan. Anda bisa mempelajari apa yang telah mereka lalui. Anda bisa membagi keluh kesah Anda tanpa merasa khawatir dihakimi karena kesalahan yang Anda buat. Wanita yang lebih dewasa justru akan membantu memberikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang Anda hadapi.

4. Lebih realistis

Wanita dengan usia yang lebih tua, telah melalui banyak fase dalam kehidupannya, sehingga mereka jarang menuntut banyak hal. Mereka melihat keadaan dengan cara yang lebih realistis. Sering kali, wanita yang belum dewasa, banyak berimajinasi mengenai kehidupannya. Berbeda dengan wanita dewasa, mereka menjalani kehidupannya dengan lebih realistis dan tanpa drama.

5. Mudah dipahami

Kerap kali para pria harus menghadapi pasangan yang manja dan sulit dimengerti. Banyak hal yang mereka harus terka atau tebak-menebak tentang apa yang dirasakan atau diinginkan pasangannya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi wanita dewasa. Mereka lebih terbuka dan blakblakan tentang apa yang mereka mau ataupun tidak. Wanita dewasa mengetahui bagaimana memperlakukan dirinya sendiri terutama Anda sebagai pasangannya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.