Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Visi Thomas Tuchel Tak Sejalan Dengan Boehly, Akhirnya Kena Pecat

Thomas Tuchel
Setelah Chelsea kalah dari Dinamo Zagreb di Penyisihan Grub E Liga Champions, Thomas Tuchel dipecat. (facebook.com/ChelseaFC)

MURIANEWS, London – Kisah tragis pemecatan Thomas Tuchel dari kursi kepelatihan Chelsea masih terus menggelinding. Terbaru, pemilik Chelsea, Todd Boehly membeberkan alasannya. Visi Thomas Tuchel dinilai tak sejalan, sehingga akhirnya kena pecat.

Alasan ini disampaikan oleh Todd Boehly baru-baru ini. Boss baru Chelsea yang berasal dari Amerika Serikan ini, mengungkapkan bahwa Tuchel dipecat karena tidak memiliki visi yang sama dengan kepemilikan klub yang baru.

Boehly sendiri adalah pimpinan dari Konsursium raksasa yang akhirnya membeli Chelsea dengan harga akuisisi mencpai 4 miliar poudsterling lebih. Baru sekitar tiga bulan ini, masalah kepemilikan Chelsea akhirnya tuntas diambil alih.

“Tuchel jelas sangat berbakat dan seseorang yang sukses besar bersama Chelsea. Namun visi kami untuk klub adalah menemukan manajer yang benar-benar ingin berkolaborasi dengan kami. Kenyataannya adalah bahwa kami tidak yakin bahwa Tomas melihatnya dengan cara yang sama seperti kami melihatnya,” ujar Boehly terang-terangan.

BACA JUGA: Todd Boehly Usulkan ‘Perang Bintang’ di Liga Inggris, Langsung ‘Ditertawakan’

Boss Chelsea ini juga menegaskan, hanya karena masalah visi yang tidak sama inilah akhirnya keputusan itu diambil. Dipastikannya juga, keputusan itu juga tidak semata hanya karena hasil kalah dan menang yang dilalui Chelsea.

“Kami hanya tidak memiliki visi bersama untuk masa depan. Itu bukan keputusan yang dibuat karena satu kemenangan atau kekalahan,” ujarnya menambahkan.

Kini Boehly telah menunjuk Graham Potter untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas Tuchel. Eks pelatih Brighton ini kini menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi ke-4 di Liga Inggris.

Pertandingan melawan Slazburg di Liga Champions Kamis (15/9/2022) dinihari akan menjadi tantangan pertama Potter. Pelatih ini akan dilihat apakah memang layak menjadi pelatih klub sebesar Chelsea atau tidak.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: Daily Mail

Ruangan komen telah ditutup.