Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jangan Buang Sampah Sembarangan di Pati Kalau Gak Mau Cuanmu Habis

Jangan Buang Sampah Sembarangan di Pati Kalau Gak Mau Cuanmu Habis
Banner peringatan dilarang buang sampah sembarangan di pinggir jalan penghubung antar desa Grogolsari dan Desa Tanggel. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Perilaku buruk buang sampah sembarangan memang menjengkelkan. Itu juga dirasakan Camat Pucakwangi, Udhi H Nugroho. Ia dipusingkan dengan kebiasaan buruk sebagian masyarakat itu.

Untuk mengatasi itu, ia pun terpaksa harus memberlakukan sanksi denda bagi mereka yang buang sampah sembarangan di Jalan Grogolsari-Tanggel. Tak tanggung-tanggung, dendanya mencapai Rp 3 juta.

Keputusan ini merupakan kesepakatan antara Camat Pucakwangi, Camat Winong dan pemerintah desa (Pemdes) setempat. Itu dilakukan agar bisa menekankan perilaku buang sampah sembarangan di wilayahnya.

Pihaknya pun memasang pengumuman larangan buang sampah di sana. Pemasangan pengumuman itu menjadi peringatan warga agar tidak buang sampah sembarangan dan tak dikenai denda Rp 3 juta.

Baca: Hutan Regaloh Pati Diduga Jadi Saksi Pembantaian PKI

Upaya itu dilakukan lantaran di tempat tersebut sebelumnya banyak tumpukan sampah yang menganggu pandangan dan menganggu masyarakat yang melewati daerah tersebut.

Pihaknya bersama perangkat desa setempat pun membuat laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup (Pati) untuk dibersihkan tempat itu. Sebanyak dua truk sampah diangkut dari area tersebut.

”Pada Senin ada tindak lanjut memebersihkan tempat tersebut. Ada dua dump truk dan satu bego untuk membersihkan tempat tersebut. Karena tumpukkannya sudah luar biasa banyak. Dan aromanya saat kita lewat di sana pasti bau dan kurang sedap dipandang,” kata Udhi, Rabu (14/9/2022).

Udhi mengatakan sampah yang menumpuk didominasi sampah rumah tangga. Ia menduga sampah itu datang dari pengguna jalan yang melalui area itu. Terutama masyarakat yang baru pulang dari pasar terdekat.

”Yang membuang justru bukan dari Desa Grogol maupun Tanggel. Tapi yang lewat di sekitar situ dari pasar. Soalnya pinggil jalan tersebut merupakan jalan alternatif antara Pasar Botok dan Pasar Soko Puluhan. Mungkin yang mau ke pasar atau pulang yang buang sampah di sana,” terangnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.