Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hutan Regaloh Pati Diduga Jadi Saksi Pembantaian PKI

Hutan Regaloh Pati Diduga Jadi Saksi Pembantaian PKI
Penjaga Hutan Regaloh, Roni Ardianto menujukan kuburan massal terduga anggota PKI. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Hutan Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ditumbuhi pepohonan pohon jati. Namun, siapa sangka di sana tersimpan sejarah kelam di masa lampau.

Di mana, di tengah-tengah hutan jati itu diduga menjadi lokasi pembantaian dan penguburan massal para anggota maupun simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Penjaga Hutan Regaloh, Roni Ardianto menunjukkan lokasi yang diduga tempat pembantaian dan kuburan massal itu.

Letaknya, berada di petak 133B Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Regaloh, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Regaloh, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati.

Lokasi itu masuk wilayah pangkuan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Panduwana. Jaraknya sekitar 1 km dari kantor BKPH Regaloh.

Baca: Hutan Lamin Pati, dari Tempat Pemujaan Hingga Pembantaian PKI

Yakni, sebelum pertigaan arah Desa Tlogosari dan Desa Sumbermulyo. Lalu ke barat menuju hutan. Sekitar 200 meter dari jalan raya, ada jembatan. Letak makam massal ini berada sekitar 30 meter dari jembatan ini.

”Berdasarkan penuturan warga memang ada di sini (tempat pemakaman massal PKI). Di sini katanya tempat eksekusi terduga anggota PKI,” tutur Roni saat menemani Murianews menelusuri Hutan Regaloh.

Saat memasuki kawasan itu, Roni pun selalu mengucap salam layaknya masuk di pemakaman umum. Itu ia lakukan lantaran di sana ada kuburan massal terduga anggota PKI.

”Bisa saja ada orang yang tidak bersalah tapi dicatut sebagai anggota PKI. Jadi ketika ke sini saya sempatkan salam. Mungkin ada orang Islam di sini. Apalagi mereka tidak sempat diadili,” ujar Roni.

Ia tidak mengetahui secara pasti berapa orang yang dieksekusi di sana. Menurut sumber yang didapatkan dia, ada puluhan orang yang sebelumnya diangkut satu truk untuk dieksekusi.

Mereka ditembak di pinggir lubang yang sebelumnya telah disediakan. Lalu dikubur massal.

Kajadian pembantaian itu terjadi beberapa bulan setelah meletusnya G30S PKI pada 1965. Awalnya ada dua truk berisi puluhan orang di bawa ke sana. Namun satu truk tidak jadi eksekusi di sana.

”Ada dua truk yang datang ke sini dan berisikan manusia. Satu lubang untuk satu truk. Terus satu lubangnya tidak jadi digunakan. Karena dialihkan ke daerah Patiayam. Jadi yang dipakai hanya satu lubang untuk mengeksekusi satu truk orang,” tutur dia.

Roni mengungkapkan beberapa kali, ada orang yang mendatangi lokasi itu. Ia menduga mereka berziarah ke kuburan massal. Kuburan massal itu saat ini dihubungi pohon bambu.

Tidak ada tanda di kuburan massal ini. Ia mengungkapkan, setelah reformasi ada wacana diberikan tanda. Namun rencana itu belum terealisasikan hingga saat ini.

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.