Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Temui Mahasiswa Peserta Aksi, Ini Kata Pj Bupati Jepara

Temui Mahasiswa Peserta Aksi, Ini Kata Pj Bupati Jepara
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menemui peserta aksi Aliansi Mahasiswa Jepara dalam demostrasi penolakan kenaikan harga BBM. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menemui peserta aksi Aliansi Mahasiswa Jepara dalam demostrasi penolakan kenaikan harga BBM.

Ia ditemani Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif saat menemui peserta aksi tersebut. Edy menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga BBM.

Salah satu tuntutan yang disampaikan peserta aksi yakni soal Basis Data Terpadu (BDT) agar penerima manfaat bantuan tepat sasaran.

Edy menyampaikan, Pemkab Jepara terus memperbaharui data tersebut secara berkala. Perbaikan data itu dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara dan disampaikan ke Kementerian Sosial.

Sementara, terkait mengatasi dampak kenaikan harga BBM, pemerintah setempat telah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar. Dana itu diambilkan dari Dana Transfer Umum.

”Kami sudah siapkan anggaran dua persen dari APBD. Itu solusi untuk masalah-masalah akibat kenaikan harga BBM,” jelas Edy di depan massa aksi di luar gerbang DPRD Jepara, Rabu (14/9/2022).

Baca: Mahasiswa Jepara Gelar Aksi, Ini Enam Tuntutannya pada Pemerintah

Melalui anggaran itu, Pemkab Jepara mengalokasikannya ke beberapa sektor. Yaitu untuk bantuan sosial sebesar Rp 200 juta, subsidi BBM untuk angkutan kota atau angkutan desa sebesar Rp738 juta,

Kemudian, bantuan subsidi BBM bagi petani sebesar Rp 2,05 miliar, penciptaan tenaga kerja berupa bantuan tenda untuk UMKM sebesar Rp 300 juta, dan bantuan sosial kepada nelayan sebesar Rp 1,862 miliar.

”Ini menjadi bukti bahwa Pemkab Jepara tidak tinggal diam saat ada kenaikan harga BBM,” tegas Edy.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.