Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polip Hidung, Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya yang Perlu Diketahui

Polip Hidung, Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya yang Perlu Diketahui
Foto: Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Ada beberapa gangguan kesehatan yang terdapat pada hidung. Seperti pilek, sinusitis dan polip.

Selama ini, cukup banyak orang yang mengalami polip hidung. Polip ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia.

Oleh sebab itu, penting mengetahui informasi tentang polip hidung. Dengan demikian, upaya pencegahan ataupun pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serus.

Baca juga: Perhatian! Saat Batuk Jangan Asal Minum Antibiotik, Begini Penjelasannya

Lantas apa penyebab polip hidung ini? Seperti apa gejalanya, cara mencegah dan pengobatannya?

Melansir dari Halodoc.com, sayangnya, sampai kini para ahli masih belum bisa menentukan secara pasti penyebab munculnya polip hidung. Polip ini sendiri merupakan lesi yang muncul hasil dari inflamasi pada jaringan saluran hidung atau sinus. Nah, inflamasi ini menyebabkan terkumpulnya sel-sel berisi cairan pada dinding saluran pernapasan, hingga akhirnya terbentuklah polip.

Akan tetapi, alasan mengapa inflamasi ini terjadi masih belum jelas. Namun, ada beberapa hal yang diduga bisa menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan pada dinding saluran hidung. Misalnya, alergi, infeksi bakteri, jamur, ataupun virus.

Selain itu, ada juga beberapa faktor penyebab polip hidung lainnya, seperti:

1. Sindrom Churg Strauss

Sindrom ini bisa menjadi penyebab polip hidung. Sindrom ini merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Hampir semua pengidap sindrom ini akan mengalami asma atau alergi rhinitis.

2. Sinusitis atau Alergi

Seseorang bisa saja memiliki alergi terhadap jamur yang ada di udara.

3. Alergi Rhinitis

Alergi terhadap materi seperti debu dan bulu binatang, sehingga menyebabkan gejala menyerupai pilek.

4. Faktor Keturunan

Ada bukti yang menunjukkan kalau variasi genetis yang berhubungan dengan fungsi sistem imun tubuh, akan membuat seseorang lebih mudah mengidap polip hidung.

5. Asma

Masalah medis ini menyebabkan terjadinya inflamasi dan penyempitan pada saluran udara.

6. Fibrosis kistik

Kondisi ketika tubuh mengalami kelainan genetika sehingga menghasilkan cairan yang kental dan berlebihan pada sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk selaput sinus.

7. Intoleransi Aspirin

Kondisi ini juga diduga terkait dengan pertumbuhan polip hidung.

Bisa Memicu Komplikasi

Perlu diwaspadai, polip hidup yang terjadi secara berkepanjangan dan dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi. Hal ini karena kondisi tersebut menghalangi aliran udara normal dan drainase cairan.

Selain itu, komplikasinya juga bisa dipicu akibat adanya iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan). Nah, komplikasi polip hidup bisa berupa:

  • Gangguan tidur apnea obstruktif. Ini adalah kondisi yang berpotensi serius, di mana seseorang berhenti bernapas saat tidur.
  • Serangan asma. Sinusitis kronis dapat memperburuk asma.
  • Infeksi sinus. Polip hidung dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi sinus yang sering kambuh.

Gejala Polip Hidung yang Perlu Dikenali

Seseorang biasanya tak mengalami gejala ketika polip yang tumbuh berukuran kecil. Namun, ceritanya akan berbeda bila polip yang timbul berukuran besar. Berikut beberapa gejala yang mungkin akan timbul:

  • Nyeri pada wajah.
  • Bersin.
  • Sakit kepala.
  • Timbul rasa sakit pada gigi rahang atas.
  • Sekitar mata terasa gatal.
  • Mendengkur.
  • Nafsu makan menghilang.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Infeksi.
  • Lendir yang jatuh dari belakang hidung ke tenggorokan.
  • Indra penciuman atau perasa berkurang, bahkan mati rasa.

Cara Mencegah Polip Hidung

Setidaknya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari keluhan medis ini. Berikut tipsnya:

  • Menjaga kehigienisan tangan, artinya sering mencuci tangan dan hindari kebiasaan memasukan jari ke dalam hidung.
  • Upayakan agar udara di rumah lembap.
  • Bila ingin membersihkan hidung, gunakan air garam dalam bentuk spray atau nasal lavage.
  • Hindari iritan hidung, misalnya alergen, debu, asap (rokok, kendaraan bermotor, dsb), uap dari zat kimia.
  • Manajemen alergi dan asma, caranya dapat didiskusikan dengan dokter.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.