Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Merasa Dicurangi Seleksi Perades, Inspektorat Grobogan: Silahkan Lapor

Merasa Dicurangi Seleksi Perades, Inspektorat Grobogan: Silahkan Lapor
Inspektorat Grobogan. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Bagi warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang merasa dicurangi dalam proses seleksi perangkat desa (perades) dipersilahkan untuk melapor pada Inspektorat setempat.

Itu diungkapkan Kepala Inspektorat atau Inspektur Much Susilo, Selasa (13/). Ia menyebut, meski ramai dibincangkan di masyarakat, namun, pihaknya belum mendapatkan satu pun laporan.

”Tidak ada laporan (terkait kecurangan perades, red),” ungkap Much Susilo, Selasa (13/9/2022).

Pihaknya pun mempersilakan apabila terdapat warga Grobogan yang merasa dicurangi dalam proses seleksi perades untuk melapor. Susilo menyatakan, tentu pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Susilo menerangkan, sebenarnya pihaknya memang bisa secara inisiatif melakukan audit terhadap proses seleksi perades. Terlebih, terhadap kasus yang viral.

”Kalau ada kasus yang sampai viral, kami bisa inisiatif (melakukan audit, red),” lanjutnya.

Baca: Lokalisasi Gunung Buthak Grobogan Jadi Lokasi Risiko Tinggi HIV/AIDS

Meski begitu, dia enggan memberikan tanggapan secara jelas terkait tidak adanya inisiatif dari Inspektorat Grobogan untuk kasus dugaan kecurangan perangkat desa yang viral.

Termasuk, kasus Kades Kandangan, Kecamatan Purwodadi yang dilaporkan warganya sendiri terkait janji posisi perangkat yang tak ditepati.

Sementara, terkait warga Tuko, Kecamatan Pulokulon, yang juga melaporkan kades ke Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah, menurut Susilo menjadi ranah Diskominfo.

Sebab, pelaporannya ke KI. Dia menyatakan warga Tuko yang melapor tersebut juga tidak pernah melaporkannya ke Inspektorat Grobogan.

Untuk diketahui, proses seleksi perangkat desa pada 2021 lalu masih menyisakan riak-riak ketidakpuasan sebagian warga.

Pada Agustus 2022 lalu, warga Tuko Grobogan masih berjuang di KI Jateng menuntut keadilan terkait seleksi perangkat desa 2021 yang dianggap tidak transparan.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.