Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Witan Sulaeman Ceritakan Pengalamannya Tak Dibayar Saat di FK Senica

Witan Sulaeman
Penampilan Witan Sulaeman saat melakukan ujicoba bersama FK Senica. (instagram-FK Senica)

MURIANEWS, Jakarta – Witan Sulaeman adalah satu dari beberapa pemain Indonesia yang berkesempatan bermain di luar negeri. Pemain ini sebelumnya sempat bermain di FK Senica, salah satu klub di Slovakia. Baru-baru ini Witan menyampaikan pengalamannya saat bermain tanpa mendapatkan bayaran.

Saat ini, Witan Sulaeman tetap bermain di Liga Fortuna di Slovakia membela AS Trencin. Klub ini dari sisi finansial termasuk cukup memadai dibanding FK Senica yang sempat mengontraknya musim lalu.

FK Senica pada musim lalu mengalami krisis keuangan, dan kini terdegradasi di divisi non utama di Slovakia. Witan Sulaeman mengaku sempat merasakan masa-masa sulit bersama klubnya itu.

Pemain asal Sulawesi ini mengaku sempat merasa marah ketika dipaksa bermain FK Senica tanpa mendapat gaji yang sesuai dengan kontrak pada musim lalu. Meski mencoba bertahan, namun akhirnya Witan Sulaeman memilih mundur dari klub bangkrut itu.

Dikutip dari CNN Indonesia, mengaku marah dengan kondisi yang dialaminya saat itu. Namun lebih dari itu, dirinya tetap merasa bersyukur karena pada akhirnya dirinya tetap mendapatkan pengalaman berharga dari apa yang dialaminya.

“Seseorang mempelajari sesuatu yang baru setiap hari. Sejak kami tidak dibayar, tentu saja kami membicarakan itu di dalam tim. Manajemen menekankan kepada kami bahwa kami harus melanjutkan di liga dan di Piala Slovakia dan bermain 100 persen,” ujar Witan memulai ceritanya.

“Tapi itu menantang. Kami semua marah, tetapi kami tahu kami harus tetap bermain. Namun, tanpa uang, itu adalah perjuangan besar untuk memberikan segalanya setiap hari,” ucap Witan Sulaeman menambahkan.

BACA JUGA: Main Gemilang, Witan Sulaeman Jadi Perhatian

Meski frustrasi dengan kondisi di Senica, mantan pemain Timnas Indonesia U-19 itu mencoba menerima situasi tersebut dan tetap profesional. Meski terkadang merasa kecewa dan marah, namun semua berusaha diterimanya.

“Saya akui, terkadang saya marah, tetapi saya mencoba untuk menerima itu dengan tenang. Pertama-tama, ini adalah pengalaman yang berharga. Ini adalah kehidupan,” kata Witan.

Walaupun tidak berujung indah, Witan tetap bersyukur mendapatkan kesempatan bermain di FK Senica dan memiliki pengalaman luar biasa dalam kariernya.

“Saya benar-benar bersyukur bahwa pejabat di sana memberi saya kesempatan untuk muncul dan bermain. Saya tidak suka berbicara tentang uang, tetapi tentang pengalaman,” tutur Witan, mencoba untuk mengambil sisi positif dari kejadian ini.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: CNN Indonesia

Ruangan komen telah ditutup.