Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Liga 2 2022-2023

Regulasi Liga 2 Ketat, Persipa Minta Patifosi Tertib

Persipa
General Manager Persipa Pati Dwi Budianto. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Persipa Pati meminta pendukungnya, Patifosi, tertib saat mendukung Laskar Saridin di stadion. Ini dilakukan agar klub kebangaan mereka terhindar dari sanksi PSSI. Regulasi di Liga 2 lebih ketat, dibanding Liga 3 sebelumnya.

General Manager Persipa Dwi Budianto, mengatakan regulasi di Liga 2 berbeda jauh dengan regulasi saat di Liga 3 lalu. Sejumlah peraturan lebih ketat di kasta kedua kompetisi liga Indonesia.

Aturan itu, di antaranya penonton dilarang merekam saat pertandingan berlangsung. Mengingat PT LIB sebagai penyelenggara memang tidak mengizinkan adanya siaran langsung selain dari Emtek maupun dari LIB sendiri.

”Kalau di luar itu terbukti ada video (streaming) nanti yang terkena sanksi persipa Pati,” ujar Dian Budianto.

Aturan ketat lainnya, juga terkait jumlah penjualan tiket. Menurutnya, tiket yang beredar harus didasarkan pada kapasitas di Stadion Joyo Kusumo. Di mana kapasitas Stadion Joyo Kusumo hanya mampu menampung jumlah penonton hingga 5 ribu saja untuk saat ini.

”Jumlah atau kapasitas di stadion juga sudah dijatah oleh LIB, bila mana lebih dari kapasitas dan dihitung oleh LIB lebih, kita juga akan didenda. Jadi itu yang kita sikapi bareng-bareng,” tutur dia.

Maka dari itu, ia berharap masyarakat lebih tertib. Ia juga berharap para suporter untuk membeli tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. Sehingga bisa menonton dengan nyaman dan aman.

BACA JUGA: Riski Novriansyah, Selamatkan Persipa Pati

Dian juga mengapresiasi para suporter karena tidak menyalakan flare maupun melempar botol ke lapangan saat laga Persipa Pati versus FC Bekasi City, Minggu (11/9/2022) lalu. Pihaknya berharap sikap ini terus ditunjukkan Patifosi di laga-laga selanjutnya.

Pasalnya jika terjadi adanya pelemparan botol maupun flare, Persipa Pati akan terancam sanksi berupa denda. Aturan ini sudah menjadi baku yang diterapkan di kompetisi di level 2 dan 1.

Bila hal ini, terjadi tentu akan memberi kerugian bagi Persipa sendiri. Dian sendiri menjelaskan, 1 pelemparan botol maupun flare akan bisa melahirkan denda sebanyak Rp25 juta.

”Kita tidak ingin seperti PSCS Cilacap yang kena sangsi berupa denda. Kalau banyak denda ke Persipa Pati juga berat untuk membayar. Karena kita sendiri, secara finansial masih kekurangan,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Budi Erje

Ruangan komen telah ditutup.