Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Sulsel

Sadis, Tolak Berhubungan Intim, Pelajar ini Dimutilasi Pacarnya

Sadis, Tolak Berhubungan Intim, Pelajar ini Dimutilasi Pacarnya
Mayat korban mutilasi saat dievakuasi (detik.com)

MURIANEWS, Bantaeng – Seorang pelajar perempuan berinisial M (17) yang merupakan warga Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), dimutilasi oleh pacarnya sendiri yang berinisial A (17). Diduga, korban menolak saat hendak diajak untuk berhubungan intim.

Sadisnya, untuk memutilasi korban, pelaku hanya menggunakan batu pipih untuk memisahkan kaki dengan badan korban.

Kapolres Bantaeng AKBP Andi Kumara mengatakan, mayat korban ditemukan oleh salah seorang pengunjung wisata permandian saat mencari tempat untuk buang air besar. Dia kemudian mencium aroma tidak sedap.

Selanjutnya pengunjung tersebut mencari sumber bau yang diciumnya dan menemukan potongan kaki korban yang terpisah dari tubuhnya. Pengunjung yang tak disebutkan namanya itu kemudian melapor ke petugas.

Baca: Ditangkap di Stasiun Kutoarjo, Pelaku Mutilasi di Ungaran Hendak ke Tulungagung

”(Pelaku memutilasi korban) menggunakan batu pipih dan dipisahkan dari badan (korban),” ujarnya, dikutip dari detiksulsel.com, Selasa (13/9/2022).

Dia kemudian menjelaskan kronologi dan modus A melakukan mutilasi terhadap pacarnya tersebut. Mulanya, lanjut Andi, antara pelaku dan korban sempat bertengkar hebat. Saking marahnya, pelaku kemudian mencekik korban.

Setelah dalam kondisi tidak sadarkan diri, pelaku lalu memukul kepala korban dengan menggunakan batu. Itu untuk memastikan agar korban sudah meninggal dunia.

Baca: Begini Kronologi Lengkap Kasus Mutilasi di Ungaran

”Berdasarkan pengakuan pelaku itu sudah dalam keadaan meninggal (kakinya dipotong), dan saya tanya apa motifnya, karena saking emosinya ada umpatan korban pada pelaku sehingga pelaku sangat emosi, geram sampai dengan memotong kaki,” sebutnya.

Kasus ini masih didalami kepolisian. Pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 Juncto Pasal 76C nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detiksulsel.com

Ruangan komen telah ditutup.