Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Blora Siap Jadi Percontohan Program RPL Kemendes PDTT

Blora Siap Jadi Percontohan Program RPL Kemendes PDTT
Focus Group Discussion (FGD) Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk Perangkat Desa di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (12/9/2022) sore. (Murianews/Kontributor Blora)

MURIANEWS Blora – Pemkab Blora siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan program perkuliahan RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau dari Kementerian Desa PDTT.

Itu diungkapkan Bupati Blora Arief Rohma usai menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk Perangkat Desa di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (12/9/2022).

InsyaAllah, Blora siap dan bersedia secepatnya menindaklanjuti program RPL Kementerian Desa PDTT dengan Unnes Semarang. Kami ingin agar kualitas SDM desa bisa semakin ditingkatkan melalui program ini,” ucap Bupati.

Baca: Perkuat Pembangunan Desa, Seluruh Elemen Pemdes Bakal Dikuliahkan

Menurut Bupati, awalnya ia melihat program RPL Kementerian Desa PDTT telah dilaksanakan Pemkab Bojonegoro bekerjasama dengan Unesa Surabaya dan UNY Yogyakarta.

Yang mana ratusan Kades, dan perangkat desa dari kabupaten tetangga itu dapat mengikuti perkuliahan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM. Pihaknya pun tertarik mengikuti langkah Pemkab Bojonegoro.

Arief mengungkapkan, minggu lalu pihaknya telah menemui Menteri Desa PDTT dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kementerian Desa.

Alhamdulillah, direspon positif. Dan, kini telah kita saksikan bersama Menteri Abdul Halim Iskandar melakukan MoU dengan Rektor Unnes. Ini akan menjadi landasan kami untuk segera menyusun tahapan RPL,” terangnya.

Di Kabupaten Blora sendiri ada 271 Desa dan 24 Kelurahan. Dari jumlah itu masih banyak kades dan perangkat yang belum sarjana.

”Oleh sebab itu, lewat RPL ini nantinya kami ingin para kades, perangkat desa, hingga pendamping desa dan kader penggerak desa bisa ikut kuliah lagi. Agar ke depan SDM pemerintah Desa di Kabupaten Blora semakin baik,” tambah Bupati.

Sebagai bentuk keseriusannya, Bupati pun mengajak Sekda, Kepala OPD terkait, hingga perwakilan Kades, dan Asosiasi Perangkat Desa hadir dalam FGD yang dilaksanakan di Ruang Rapat Senat Rektorat Unnes Semarang tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Yayuk Windrati, menyampaikan saat ini untuk kades aktif yang lulusan SMP ada 37, lulusan SMA 168, D1 ada 1 orang, D3 ada 6 orang, D4 1 orang, dan S1 sebanyak 52 orang.

”Sedangkan untuk perangkat desanya mayoritas masih lulusan SMA sebanyak 1700 orang. Kemudian, disusul lulusan SMP 318, yang SD juga ada banyak,” ujar Yayuk.

”kami sangat mendukung jika ada program RPL untuk mereka. Teknis akan segera kita bahas bersama tim Kemendes PDTT dan pihak Unnes,” ungkap Yayuk.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.