Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Subsidi BBM Bengkak, Luhut: Per Tahun Mobil Bisa Konsumsi 1.500 Liter

Subsidi BBM Bengkak, Luhut: Per Tahun Mobil Bisa Konsumsi 1.500 Liter
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube?Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan penyebab subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin membengkak.

Dalam akun Intagram miliknya, Luhut mengungkapkan bahwa subsidi BBM di Indonesia akan mengalami pembengkakan, lantaran konsumsi mobil dan motor setiap tahunnya cukup banyak.

”Saya menemukan data yang dihitung oleh Industri Kendaraan Bermotor bahwa secara rata-rata konsumsi BBM untuk satu unit mobil mencapai 1.500 liter/tahun dan 305 liter/tahun untuk motor,” tulisnya, dikutip pada Selasa (12/9/2022).

”Bisa kita semua bayangkan ketika dua jenis kendaraan ini kebanyakan menggunakan BBM bersubsidi, maka sudah pasti yang terjadi adalah membengkaknya subsidi BBM,” lanjut Luhut.

Baca: Dibocorkan Bjorka Baru Dua Kali Vaksin, Luhut: Saya Sudah 4 kali

Atas dasar hal tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi demi meredam kenaikan anggaran subsidi BBM. Salah satunya lewat percepatan adopsi penggunaan “Electric Vehicle” (EV) di Indonesia.

”Saya melihat tujuan besar selain untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM bersubsidi, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang ditargetkan dapat turun sebesar 40 juta ton pada 2030 mendatang hanya dari program ini. Anggaran subsidi BBM pada akhirnya bisa dialihkan ke sektor-sektor yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” jelas Luhut.

Dirinya juga menyadari bahwa upaya ini punya beragam tantangan, mulai dari masalah perbedaan harga, regulasi hingga ketersediaan pilihan kendaraan.

Baca: Bjorka Beberkan Data Luhut: Belum Vaksin Booster

Karena itu,  pemerintah saat ini sedang merumuskan berbagai kebijakan mengenai pemberian insentif bagi kendaaran EV roda dua dan roda empat.

”Skema insentif yang akan diberikan masih dihitung bersama agar kita dapat menemukan rumusan yang terbaik demi mendorong pertumbuhan pangsa pasar yang besar bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air,” terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Ruangan komen telah ditutup.