Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mayat Nenek Tukang Pijat di Kudus Ditemukan Mulai Membusuk

Proses evakuasi mayat nenek tukang pijat yang ditemukan meninggal dunia di Kudus. (Murianews/Polsek Gebog)

MURIANEWS, Kudus – Warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah digemparkan dengan penemuan mayat seorang nenek di sebuah rumah, Senin (12/9/2022) malam. Nenek tersebut diketahui berinisial DJI (60) yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Mayat nenek tersebut, awalnya diketahui saat ada warga yang mencium bau busuk saat membeli nasi goreng di depen rumah korban.

Warga tersebut tak diam saja, dan memberitahukan adanya bau busuk yang menyengat tersebut kepada warga lain yang ada disekitar.

”Setelah mencium bau busuk, warga mencoba mencari sumber baunya. Setelah ditelusuri ternyata bau busuk berasal dari rumah korban,” kata Kapolsek Gebog Iptu Danail Arifin,  Selasa (13/9/2022).

Setelah itu warga sekitar mencoba masuk rumah korban untuk memastikan kondisi di dalam rumah yang jadi sumber bau busuk tersebut. Warga masuk dengan cara membuka paksa pintu samping rumah korban.

”Setelah dicek di dalam rumah, warga mendapati korban di kamar mandi dengan posisi terlentang dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Baca: Tes DNA Mayat Tanpa Kepala Diduga ASN Bapenda Semarang Dilakukan Mabes Polri

Penemuan korban meninggal dunia tersebut lantas dilapokan ke Polsek Gebog. Dari hasil pemeriksaan Inafis Polres Kudus dan dokter Puskesmas Gribig, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

”Korban diperkirakan meninggal lebih dari tiga hari. Menurut keterangan Bidan Farida (tetangga korban), korban sempat berobat ke tempatnya, dan disarankan untuk ke rumah sakit karena perut dan kaki mengalami pembengkakan,” jelasnya.

Di rumah, korban hanya tinggal sendirian dan tidak memiliki keluarga. Selanjutnua, korban dibawa tim BPBD Kudus menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.