Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Stok Elpiji 3 Kg di Jateng Tersisa 34 Persen, Begini Kata Pertamina

Petugas tengah menata gas elpiji di salah satu agen di Kudus, (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Semarang – Pertamina mengungkapkan stok elpiji bersubsidi atau elpiji 3 kg di Jawa Tengah (Jateng) saat ini tinggal 34 persen. Secara matematis, Pertamina mengklaim jumlah tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Sub Holding Commercial and Trading PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho mengatakan, tahun 2022 ini, Jateng secara keseluruhan mendapat kuota 1,172 juta metric ton tabung elpiji bersubsidi.

”Hingga akhir Agustus 2022, penyerapan elpiji subsidi di Jateng mencapai 770.000 metric ton atau 66 persen dari kuota yang disediakan,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Meski tersisa 34 persen, Brasto memastikan stok elpiji 3 kg di Jateng masih cukup hingga akhir tahun 2022. Hal itu dikarenakan distribusi penyaluran gas melon di Jateng terbilang masih on the track atau terjaga.

Baca: Elpiji 3 Kilogram di Kudus Langka, Gara-Gara Banyak yang Migrasi?

”Masih on track, yaitu realisasi 2/3 dari kuota hingga 2/3 tahun. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena kuota elpiji subsidi 3 kg masih cukup hingga akhir 2022 nanti,” jelasnya.

Secara terperinci, Brasto menjelaskan penyaluran elpiji subsidi sepanjang Januari hingga Agustus 2022 mencapai 256,5 juta tabunng. Sementara untuk rata-rata permintaan harian mencapai 1,2 juta tabung.

”Pengawasan distribusi kami lakukan bersama aparat pemerintah daerah sebagai kordinator. Juga pihak kepolisian dan Pertamina Patra Niaga. Kami melakukan monitoring di level agen hingga pangkalan,” katanya.

Brasto pun mengimbau masyarakat tak perlu takut melapor bila menemukan adanya tindakan pindana atau penyalahgunaan elpiji maupun BBM bersubsidi. Salah satunya terkait adanya praktik pengoplosan elpiji subsis ke elpiji nonsubsidi.

”Bila ada penyalahgunaan silakan masyarakat bisa melapor ke kepolisian,” imbau Brasto.

Sementara itu, seorang pekerja pangkalan elpiji 3 kg di Kota Semarang, Kensi Alzahro, mengaku stok tabung gas melon atau elpiji subsidi memang masih terjaga. Meski demikian, stok tersebut kerap habis menyusul tingginya permintaan dari konsumen.

”Stok aman, kadang sulit didapat karena permintaan tinggi. Meski demikian, enggak sampai kekurangan,” terang Kensi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.