Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Risiko Diet Tanpa Sayur bagi Tubuh yang Penting Diketahui

Foto: Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Saat mengikuti program diet, seseorang biasanya hanya bertujuan sebatas untuk menurunkan berat badan. Tapi diet yang baik tidak melulu berkutat pada berat badan, namun juga menerapkan diet sehat.

Meski demikian, ada juga orang yang menjalani diet dengan metode yang tidak biasa. Misalnya, menjalani diet tanpa makan sayur.

Padalah aneka macam sayur diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lantas, apakah diet tanpa sayur ini baik bagi tubuh?

Baca juga: Ini Bedanya Dokter Gizi, Ahli Gizi, dan Dietisien yang Perlu Diketahui, Jangan Salah ya!

Melansir dari Hello Sehat, Senin (12/9/2022), semua tips dan metode diet atau pola makanan sehat selalu menyarankan Anda mengonsumsi sayur setiap hari. Menu diet tanpa sayur adalah salah satu pola makan yang bisa jadi dicari-cari sebagian orang yang tak suka sayur.

Pada dasarnya, ada jenis diet yang tidak melibatkan banyak konsumsi sayur, salah satunya diet ketogenik atau diet keto dan diet karnivora.

Diet keto berfokus pada asupan lemak. Persentase zat gizi yang harus dipenuhi pada diet keto adalah:

  • lemak sebesar 55 – 60%,
  • protein sebanyak 30 – 35%, dan
  • 5 – 10% karbohidrat.

Namun, diet keto tidak melarang konsumsi sayur sepenuhnya. Metode diet ini hanya membatasi asupan sayur.

Hanya beberapa jenis sayur yang bisa dikonsumsi dalam diet keto, inilah daftarnya.

  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan selada.
  • Sayur cruciferous, seperti kembang kol dan brokoli.
  • Asparagus.
  • Paprika.
  • Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.
  • Timun.
  • Seledri.

Sementara itu, diet karnivora adalah diet tanpa sayur. Diet ini berfokus pada konsumsi protein dan lemak dari sumber makanan hewani.

Serupa diet keto, diet karnivora dilakukan untuk mengurangi asupan karbohidrat seminimal mungkin, termasuk dari sayur-sayuran. Orang yang menjalani diet ini percaya bahwa karbohidrat merupakan penyebab berbagai penyakit kronis.

Meski demikian, diet keto maupun diet karnivora memiliki risiko yang membahayakan kesehatan, apa saja?

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung akibat tingginya asupan kolesterol jahat.
  • Kekurangan zat gizi vitamin dan mineral.
  • Masalah liver karena butuh memetabolisme lemak dengan banyak.
  • Penyakit ginjal akibat beban memetabolisme protein dalam jumlah besar.
  • Sembelit karena kurang asupan serat.
  • Tidak bisa fokus dan perubahan suasana hati karena otak kekurangan asupan gula dari karbohidrat agar berfungsi optimal.

Pentingnya menambahkan sayur saat diet

Kementerian Kesehatan menganjurkan mengonsumsi sayur sebanyak 150 gram atau 2/3 piring dalam satu porsi. Sayangnya, Hasil Survei Konsumsi Makanan Individu tahun 2014 yang dilakukan Kemenkes menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi sayur penduduk Indonesia hanya sebanyak 70 gram per hari.

Bila dibandingkan dengan anjuran asupan sayur di atas, konsumsi sayur orang Indonesia masih dikatakan rendah. Nyatanya, sayur sangat diperlukan untuk tubuh, apalagi jika Anda sedang diet. Mengapa demikian?

1. Membuat kenyang tahan lama

Jika Anda memilih diet tanpa sayur agar berat badan turun, keputusan ini tidak sepenuhnya tepat. Sayur-sayuran kaya akan serat yang membuat perut Anda penuh lebih lama.

Dalam hal ini, serat bekerja dengan cara memadatkan isi perut dan membentuk jel yang memenuhi isi perut. Oleh karena itu, rasa kenyang pun lebih tahan lama.

2. Rendah kalori

Selain itu, jenis sayuran tanpa pati atau tepung memiliki kalori yang rendah. Rata-rata, satu sajian sayur-mayur tanpa pati memiliki kalori di bawah 50 kkal. Tentu, angka ini cukup rendah sehingga tidak membuat asupan kalori harian Anda melonjak.

Asupan kalori yang lebih sedikit daripada yang digunakan untuk beraktivitas fisik merupakan kunci dari penurunan berat badan. Jadi, sayur cocok untuk diet rendah kalori.

3. Bantu kurangi hasrat makan berlebih

Tak sampai di situ, sayur-sayuran memiliki indeks glikemik yang rendah. Artinya, sayur tidak membuat lonjakan gula darah yang drastis.

Perlu Anda ketahui, lonjakan gula darah yang cepat selalu diikuti dengan penurunan gula darah drastis. Hal ini ternyata membuat Anda cepat lapar.

Oleh karena itu, ada kemungkinan Anda tidak bisa mengendalikan asupan kalori harian Anda. Diet tanpa sayur sama sekali bukanlah pilihan tepat untuk mengontrol kalori Anda.

4. Menjaga metabolisme tubuh

Selain serat, sayur kaya akan vitamin yang diperlukan tubuh. Sebagai contoh, beberapa jenis vitamin B membantu proses metabolisme dengan cara mengolah makanan menjadi energi yang siap digunakan untuk aktivitas fisik.

Beberapa jenis vitamin B tersebut, yaitu:

  • vitamin B1,
  • vitamin B2,
  • vitamin B3,
  • vitamin B5,
  • vitamin B6, dan
  • vitamin B12.

Lebih spesifik, vitamin B6 membantu menyimpan dan menggunakan energi yang didapat dari asupan protein dan karbohidrat.

Sayur-mayur kaya vitamin B yang bisa didapatkan dengan mudah, yaitu:

  • sayur-sayuran hijau,
  • kacang-kacangan, dan
  • biji-bijian.

Bila menilik pembahasan sebelumnya, bisa dikatakan bahwa diet tanpa sayur tidak memungkinkan untuk dilakukan. Menghindari sayur hanyalah mempersulit program penurunan berat badan dan justru meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.

Cara menambahkan sayur-mayur ke dalam menu harian

Tak suka sayur bukan berarti Anda selamanya tidak mengonsumsinya sama sekali. Pelan-pelan, Anda tentu bisa melatih diri untuk menyukainya.

Dengan cara-cara tertentu, Anda bisa menambahkan sayur-sayuran dan benar-benar meninggalkan menu diet tanpa sayur. Anda pun harus ingat bila sayur baik untuk program diet sehat sehingga bisa meningkatkan motivasi Anda untuk mengonsumsi sayur-mayur.

Berikut tips agar bisa suka sayur yang bisa dicoba.

1. Minum smoothies dengan campuran buah dan sayur

Salah satu cara mudah untuk mengonsumsi sayur adalah dengan mengubah bentuknya menjadi smoothies atau jus. Anda bisa mencoba mencampur sayur dan buah favorit Anda.

Cobalah membuat jus dengan perbandingan buah yang lebih banyak daripada sayur terlebih dahulu. Secara bertahap, tambah jumlah sayur setiap harinya. Hindari menambahkan gula agar tidak meningkatkan asupan kalori Anda.

2. Buat omelet isi sayur

Setelah Anda terbiasa dengan smoothies, sekarang Anda bisa meningkatkan “tantangan baru” dengan mencoba tekstur sayur sesungguhnya.

Bila ingin memasak telur dadar sebagai menu sarapan sehat untuk diet, Anda bisa memasukkan beberapa jenis sayuran, seperti bayam, brokoli, dan kol. Kukus atau rebus sayur-sayuran terlebih dahulu, potong kecil-kecil, lalu masukkan ke kocokan telur.

3. Buat mi dari sayur-sayuran

Ide ini mungkin terdengar mustahil, tetapi ini bisa dicoba. Anda bisa memotong sayur menyerupai mi, misalnya wortel.

Nantinya, Anda akan merebus atau mengukus wortel, lalu tambahkan saus dan bumbu rempah mi pada umumnya. Jangan lupa kurangi tambahan garam atau saus tinggi natrium.

Diet tanpa sayur cenderung berbahaya untuk kesehatan tubuh. Terlebih, sayur akan membantu program penurunan berat badan.

Kandungan sayur membantu mengendalikan nafsu makan dan menjaga metabolisme tubuh. Jangan lupa konsumsi sayur sesuai anjuran Kemenkes agar zat gizi harian tetap seimbang dan program diet Anda lebih optimal.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.