Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sering Disepelekan, Ini Dampak Telat Ganti Oli Mobil yang Perlu Diketahui

Sering Disepelekan, Ini Dampak Telat Ganti Oli Mobil yang Perlu Diketahui
Foto: Ilustrasi mengecek kondisi oli mesin mobil (Skica911 dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Fungsi utama oli adalah melumasi komponen mesin agar gesekan yang dihasilkan mesin tidak terhambat. Oli juga berperan sebagai pengatur suhu dalam mesin.

Saat terjadi pembakaran di dalam silinder mesin, oli dapat menetralkan suhu, baik ketika suhu mesin tinggi maupun rendah. Namun seiring berjalannya waktu pemakaian, jumlah oli dalam mesin terus berkurang sehingga dapat merusaknya.

Seiring masa pemakaiannya, kualitas oli akan menurun dan itu berdampak pada kemampuan oli dalam melindungi mesin. Oleh sebab itulah, penggantian oli mesin secara rutin itu perlu dilakukan.

Baca juga: Jangan Asal Copot! Ini Cara Melepas dan Memasang Aki Mobil yang Benar

Meski demikian, masalah ganti oli mesin mobil terkadang sering disepelekan oleh pemilik kendaraan. Padahal, telat ganti oli ini ada efeknya bagi kendaraan.

Melansir dari Suzuki.co.id, ada banyak efek telat ganti oli mobil yang sangat merugikan. Penggantian oli mesin biasanya berpatokan pada kilometer, yaitu setiap 5.000, 7.500 dan 10.000 km.

Lebih dari angka tersebut, mesin bisa mengalami keausan karena kualitas oli menurun. Keausan ini terjadi karena kotoran sisa pembakaran yang dikenal dengan gram akan mengendap ke dalam oli.

Oli yang tadinya kental lama kelamaan menjadi lebih cair dan kotor sehingga tidak bisa bekerja melumasi secara optimal. Jika sudah begitu akan ada efek buruk yang harus ditanggung, apa saja itu?

Efek Telat Ganti Oli Mobil

Mengganti oli tidak hanya berpatokan saja pada kilometer. Bagaimana jika mobil jarang digunakan, apakah oli bisa bertahan lebih lama? Jawabannya tidak.

Kualitas oli mesin pada mobil yang tidak digunakan sampai tiga bulan lebih juga akan menurun. Oli yang tadinya bening akan berubah menjadi kehitaman. Jadi walaupun mobil didiamkan saja dan km tidak bertambah oli bisa rusak.

Keterlambatan pemilik kendaraan dalam mengganti oli pun akan ada dampaknya. Efek telat ganti oli mobil pun sangat merugikan bahkan bisa merusak mesin yang menjadikan Anda harus keluar lebih banyak dana untuk perbaikan.

Berikut ini beberapa efek yang harus diwaspadai.

Mesin Tidak Lagi Bertenaga

Penurunan kualitas oli karena tidak kunjung diganti akan membuat mesin semakin tidak bertenaga. Performa kendaraan yang tadinya lebih ringan untuk berakselerasi kini berubah menjadi semakin berat.

Lebih parah lagi adalah ketika muncul suara dari bagian mesin yang cukup mengganggu. Artinya gesekan yang terjadi antar komponen mesin tidak terlumasi dengan baik.

Hal tersebut terjadi karena oli sudah kotor dan bisa menimbulkan sumbatan pada nosel serat saluran oli. Segeralah mengganti oli ketika mesin sudah tidak bertenaga, karena bisa menimbulkan kerusakan akibat gesekan terlalu kuat dari bagian-bagian mesin.

Efek telat ganti oli mobil ini biasanya akan muncul satu sampai dua bulan setelah Anda terlambat mengganti oli. Hati-hati jika tidak segera diperbaiki bisa membuat turun mesin.

Lebih Boros Bahan Bakar

Fungsi dari oli tidak hanya untuk melumasi tetapi juga menyerap panas. Oli yang kotor akan membuat tarikan mesin berat yang dampaknya cukup besar pada pembakaran.

Mesin bekerja lebih keras dan bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak. Alhasil Anda pun harus bersiap-siap mobil akan lebih boros bahan bakar. Mobil yang boros bbm ini bisa menjadi tanda efek telat ganti oli mobil.

Muncul Kerak pada Mesin

Gesekan yang terjadi antar komponen mesin akan menimbulkan kotoran berupa kerak. Kotoran inilah yang akan bercampur bersamaan dengan oli yang membuat oli mesin berubah menjadi hitam.

Kotoran yang menumpuk ini dapat menjadi kerak pada permukaan mesin ketika Anda tidak mengganti oli. Kerak yang muncul akan sulit dibersihkan dan berpotensi merusak mesin dalam waktu lama.

Efek telat ganti oli mobil berupa kerak ini tidak bisa dianggap sepele. Saat ini Anda mungkin tidak merasakannya namun beberapa tahun kemudian Anda harus bersiap mengganti bagian mesin yang rusak karena kerak tersebut.

Mudah Terjadi Overheating

Mesin kendaraan mudah panas, bisa jadi ini adalah tanda bahwa Anda terlambat mengganti oli. Mesin mengalami overheating tidak melulu disebabkan oleh kerusakan sistem pendingin seperti bocornya selang radiator.

Oli yang sudah kotor tidak bisa secara optimal menyerap panas dari gesekan antar mesin. Efek telat ganti oli mobil menjadi overheating ini pun bisa membuat mesin mudah mati kapan saja.

Misalnya saja ketika Anda berkendara di jalanan macet yang memicu panas dalam waktu cepat. Anda sendirilah yang akan kerepotan ketika nantinya mesin tiba-tiba mati karena overheating.

Lebih berbahaya lagi jika sampai keluar asap putih dari kap mesin yang menjadi indikasi bagian mesin ada yang terbakar karena terlalu panas. Cara memperbaikinya hanya dengan mengganti bagian yang rusak tersebut.

Turun Mesin

Kerusakan paling parah bisa mengakibatkan turun mesin. Dimulai dari kerak yang membuat kompresi lemah. Performa mesin otomatis akan menurun padahal Anda terus memaksa kendaraan untuk jalan jauh.

Gesekan mesin dengan kerak yang sudah tebal akan membuat turun mesin. Teknisi harus membersihkan kerak tersebut dengan turun mesin dan membutuhkan waktu cukup lama.

Usia Mesin Semakin Pendek

Setiap mesin kendaraan termasuk mobil memiliki usia pakai. Semakin sering Anda merawatnya maka usia bisa mencapai batas maksimalnya. Salah satu perawatan rutinnya adalah dengan mengganti oli mesin yang berfungsi setiap hari.

Oli yang jarang diganti akan memperpendek usia mesin. Jika ekspektasi Anda adalah menggunakan mobil sampai lima tahun, maka dalam waktu tiga tahun mesin akan mudah rusak.

Padahal kesalahannya hanya sepele yaitu sering telat mengganti oli mesin. Jangan sepelekan efek telat ganti oli mobil ini, karena sudah pasti Anda akan mengeluarkan biaya yang cukup banyak.

Selain oli mesin masih ada beberapa jenis oli yang juga harus diganti. Mulai dari oli gardan, oli transmisi, oli minyak rem dan masih banyak lagi. Semuanya juga harus rutin diganti sesuai dengan waktunya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: suzuki.co.id

Ruangan komen telah ditutup.