Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Viral Pidato Kenaikan BBM Bupati Karanganyar: Rak Duwe Duit? Rasah lungo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Karanganyarkab.go.id)

MURIANEWS, Karanganyar – Bupati Karanganyar Juliyatmini mendadak viral. Hal ini setelah potongan video pidato Bupati Juliyatmono yang meminta warganya tidak ambil pusing dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat heboh jagat maya.

Dalam potongan video ini, Bupati Juliyatmono meminta warganya untuk tidak pergi bila tak punya uang dan mandi bila lapar.

Belum diketahui kapan dan dimana video tersebut diambil. Namun, dugaan sementara video tersebut diambil saat Bupati Karanganyar memberikan sambutan di salah satu acara wayangan dalam rangka HUT ke-77 RI.

Opo meneh pemerintah ki rencanane kan arep ngunggahke Pertalite. Munggah karepe, ora karepe. Wong ndek wingi tuku yo iso. Ora sah ditanggapi ribet-ribet. Ngono ya. Wah rak duwe duit? Rasah lungo. Turu nang omah rak ngono tho. Nyetel campursari. Luweh adus. Ngono kok repot. Rasah ribet-ribet,” kata Bupati dalam video itu dengan gaya lawakannya.

Bila diterjemahkan ”Apalagi pemerintah rencananya akan menaikkan harga Pertalite. Naik terserah, enggak juga terserah. Kemarin saja bisa beli. Tidak usah ditanggapi susah. Gitu ya. Wah gak punya uang?gak usah pergi. Tidur di rumah aja. Dengerin campursari. Lapar mandi. Gitu aja kok repot, gak sah dibikin susah,”

Sontak pidato tersebut membuat ger-geran tamu undangan yang juga dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Video bupati viral bukan kali ini saja. Video memperlihatkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta warga menganggap virus Corona tidak ada juga viral di media sosial (medsos). Bahkan, video tersebut beredar luas di grup-grup WhatsApp (WA).

Di awal video yang beredar, Bupati Karanganyar meminta warga menjaga dirinya masing-masing. Bupati juga menyampaikan agar warga tak menggagas Covid-19 maupun Omicron.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.