Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Berharap Kesenian Terbang Papat Terus Lestari di Kudus

Terbang papat saat tampil di salah satu even. (dok. Murianews)

MURIANEWS, Kudus – Kesenian Terbang Papat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diharapkan terus dilestarikan. Pemerintah dan generasi muda diimbau untuk ikut turun tangan, agar tradisi ini tak musnah.

Terlebih Terbang Papat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2014 lalu.

Kesenian bernapaskan Islam ini menjadi salah satu dari sejumlah warisan budaya di Kudus, dan yang terbaru adalah Dandangan.

”Selain terbang papat ada Menara Kudus, Makam Sunan Muria dan Langgar Bubrah,” kata Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan, Muhammad Zaini, Senin (12/9/2022).

Pihaknya ingin terbang papat terus dilestarikan oleh generasi muda. Dia berharap kepada masyarakat Kudus juga mempromosikan soal terbang papat agar terbang papat semakin dikenal bahkan hingga kancah internasional.

Baca: Dandangan Kudus Resmi jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Terbang Papat Kudus, Kholid Syeif mengatakan Terbang Papat pernah tercatat di rekor MURI. Hal itu terjadi saat kegiatan menabuh terbang papat selama tiga hari dua malam.

”Kami pernah mengadakan nabuh Terbang Papat selama tiga hari dua malam. Kurang lebih 73 jam pada 15 Juli 2022 sampai 17 Juli 2022 dan tercatat rekor MURI sebagai Mahakarya Kebudayaan Internasional,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini telah ada 130 grup terbang papat di Kota Kretek. Dia menambahkan, rekor MURI terbang papat yang diraih Kudus di 2012 silam merupakan konsistensi dan kesungguhan berbagai pihak.

Oleh karena itu dia berharap kesenian terbang papat dilestarikan. Terutama para generasi muda melalui program edukasi, komunikasi, dan penabuhan terbang papat di even-even lokal di Kabupaten Kudus.

”Terbang Papat ini punya tagline menebar selawat menuai syafaat. Jadi patut dilestarikan ke anak cucu seperti apa terbang papat yang itu, bagaimana strategi menyuarakan Terbang Papat agar dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.