Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Massa Bubar, Nelayan Jepara Pulang dengan Tangan Kosong

Massa Bubar, Nelayan Jepara Pulang dengan Tangan Kosong
Nelayan di Mlonggo menggelar aksi di SPBU Sekuro. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Massa aksi dari Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara membubarkan diri dari SPBU Sekuro, Kecamatan Mlonggo. Mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Pantauan Murianews, tiga ratus lebih nelayan itu memblokade pintu masuk SPBU Sekuro sekitar empat jam. Mereka mendesak agar dilayani untuk membeli BBM jenis solar.

Sebelumnya, setibanya di SPBU, para nelayan langsung menempatkan jeriken-jeriken berjajar supaya dikucuri solar.

Namun, sampai aksi berjalan empat jam, pihak SPBU tidak mengucuri setetes pun solar ke dalam jeriken-jeriken itu.

”Kami tidak berani melayani pembelian solar dari nelayan. Karena aturannya memang tidak boleh,” kata Sugiarto, mandor di SPBU Sekuro.

Baca: Nelayan Jepara Kesulitan Dapat Surat Rekomendasi Buat Beli Solar

Zaini Anwar (55), nelayan asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, tertunduk lesu karena aksinya gagal. Sambil membawa speaker, dia menyaksikan kawan-kawannya pulang menenteng jeriken kosong.

”Apa daya, kami tak dapat solar hari ini. Kami gagal melaut lagi hari ini,” kata Zaini kepada Murianews.

Zaini sendiri harus membawa pulang lagi jeriken kosong. Saat berangkat, dia berharap jeriken itu bisa terisi solar 12 liter. Namun harapannya sirna.

Ia sendiri mengaku sudah mengurus surat rekomendasi pembelian solar kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Jepara. Namun, sepekan berproses, surat itu tak kunjung jadi.

Pihaknya menegaskan tak keberatan dengan harga solar yang naik. Namun, yang dia minta hanyalah kemudahan mendapatkan solar.

Meski membubarkan diri, Zaini menegaskan, ini bukanlah aksi terakhir. Melainkan aksi permulaan untuk aksi-aksi berikutnya.

”Setelah ini kami pasti akan aksi lagi. Mungkin di gedung DPRD Jepara. Kalau sampai tidak ada perubahan, kami tidak tahu nanti yang akan terjadi apa,” tandas Zaini.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.