Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pekan UMKM Kudus

Karya Disabilitas Tak Kalah Memikat di Pekan UMKM Kudus

Produk stan disabilitas dipamerkan di Pekan UMKM Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Produk UMKM buatan disabilitas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tak kalah memikat dalam Pekan UMKM Kudus Sabtu-Minggu (10-11/9/2022) di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Produk tersebut tidak kalah bersaing dengan buatan orang normal pada umumnya.

Pekan UMKM Kudus diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-75 PT Sukun Wartono Indonesia dan HUT ke-473 Kabupaten Kudus.

Viena Widayani, Kepala Rumah Belajar Anak dan Guru Sekolah luar biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus, mengatakan produk-produk yang dipajang di Pekan UMKM Kudus berasal dari karya beberaoa SLB. Di antaranya SLB Purwosari, SLB Cendono, SLB Kaliwungu, dan Rumah Belajar Anak.

”Produknya ada kain lukis printing, lukisan gerabah, buket jajan, batik tulis, ecoprint, bros, dan lainnya,” jelasnya.

Baca: Bikin Haru, Difabel Ikut Fashion Show di Pekan UMKM Kudus

Produk tersebut dibuat oleh anak berkebutuhan khusus. Seperti tuna rungu dan tuna grahita.

”Teman-teman disabilitas memang kami beri pelatihan setiap hari. Pelatihannya bermacam-macam. Dari pelatihan itulah muncul produk-produk tersebut,” sambungnya.

Viena berpendapat, para penyandang disabilitas membutuhkan bekal keterampilan. Sehingga tidak hanya bergantung dengan perusahaan untuk mencari penghasilan.

”Supaya bisa berwirausaha. Tidak hanya mengandalkan bekerja di perusahaan saja. Produk-produk teman-teman disabilitas ini juga memiliki nilai jual, mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 200 ribu,” ujarnya.

Baca: Pekan UMKM Kudus Bakal jadi Even Tahunan

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) Kudus Rismawan Yulianto mengatakan dalam Pekan UMKM Kudus ini pihaknya ingin mengangkat produk disabilitas. Menurutnya, produk disabilitas juga tidak kalah dengan buatan orang normal.

”Dengan segala keterbatasan, teman-teman mampu. Dengan keikutsertaan di Pekan UMKM Kudus ini semoga produk mereka semakin dikenal,” ujarnya.

Pihaknya tidak ingin produk disabilitas dibeli lantaran karena belas kasihan semata. Melainkan konsumen tertarik membeli karena memang produk yang dibeli memiliki kualitas.

”Harapan kami orang membeli bukan karena kasihan. Tetapi karena produk dari teman-teman memang berkualitas,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.