Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BKN Ungkap Banyak Daerah yang Masih Kekurangan Dokter Spesialis

BKN Ungkap Banyak Daerah yang Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Ilustrasi seorang dokter (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap bahwa hingga saat ini masalah distribusi tenaga kesehatan (nakes) yang kurang merata, masih menjadi fokus perhatian. Kemudian khusus untuk dokter spesialis di masing-masing daerah juga masih banyak yang kekurangan.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Dia mengatakan, kebutuhan untuk dokter spesialis di setiap daerah memang masih sangat dibutuhkan.

”Beberapa daerah masih banyak yang kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Karena itu, pihaknya bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK) formasi Nakes.

Baca: Berikan Penanganan Terbaik Untuk Sinta Aulia, Tim Dokter Spesialis Dikerahkan

Dia menuturkan, sejumlah instansi pemerintah daerah dan pusat telah mengajukan formasi PPPK tenaga kesehatan tahun 2022 ke Kementerian PANRB. Namun masih banyak juga pemerintah daerah yang belum mengajukan formasi PPPK tahun 2022.

”Masih perlu dipastikan terkait validitas data yang sudah masuk serta model seleksi PPPK tenaga kesehatan yang akan dilakukan,” pungkas Bhima.

Sementara Menpan RB Azwar Anas mengatakan, rekrutmen PPPK untuk tenaga kesehatan yang tengah disiapkan pemerintah saat ini, merupakan komitmen memperkuat salah satu bentuk pelayanan dasar bagi warga.

Anas mengungkapkan, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung program mengatasi kemiskinan, sebab sangat beririsan dengan kesehatan.

”Maka kita harus bekerja cepat dan tepat, karena soal tenaga kesehatan ini kita bicara bukan hanya soal jumlah, tetapi juga sebarannya, pemerataannya/distribusi, mengingat ada ketimpangan sebaran nakes, sehingga penataan tenaga kesehatan harus Indonesia sentris,” paparnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.