Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bayi Sering Kaget saat Tidur? Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya!

Bayi Sering Kaget saat Tidur? Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya!
Foto: Ilustrasi bayi menangis (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Setiap bayi memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada bayi yang tidak pernah rewel tiap harinya.

Namun ada juga bayi yang membikin panik orang tua atau pengasuhnya. Misalnya, bayi sering kaget saat sedang tidur.

Sebenarnya hal ini wajar terjadi dan dialami banyak bayi. Meski demikian, hal ini tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: Para Ibu di Kudus Didorong Beri ASI Eksklusif ke Bayi Minimal 6 Bulan

Melansir dari Halodoc, kaget saat tidur pada bayi dapat disebabkan oleh kejutan dari suara keras, gerakan tiba-tiba, atau merasa seperti jatuh. Bayi mungkin akan merentangkan tangan dan kaki secara tiba-tiba ketika kaget. Kejadian inilah yang bisa menyebabkan bayi akan menangis. Respons kejutan yang tidak disengaja ini disebut juga refleks Moro.

Umumnya, penyebab bayi sering kaget saat tidur bervariasi. Faktor penyebabnya akan bergantung pada karakteristik bayi serta lingkungan sekitar.

Namun, berikut adalah faktor-faktor umum yang dapat memicu refleks Moro bayi:

  • Cahaya terang.
  • Suara bising dari luar.
  • Sentuhan tiba-tiba atau yang terasa dingin.
  • Gerakan cepat oleh seseorang di sekitar mereka.
  • Ditempatkan di dalam keranjang bayi.
  • Perubahan arah tiba-tiba.

Bahaya Refleks Moro jika Tidak Segera Ditangani

Refleks Moro yang menjadi penyebab bayi sering kaget ini umumnya menghilang pada usia 6 hingga 7 bulan. Akan tetapi, ibu harus waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter jika masalah ini berlanjut pada bayi yang berusia lebih dari 7 bulan. Ada kemungkinan besar bahwa efek kejutan dari refleks Moro tidak dapat sepenuhnya berhenti.

Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat bayi yang sering kaget:

  • Mengalami stres atau hyperarousal.
  • Rasa cemas berlebih.
  • Koordinasi menurun.
  • Sulit melakukan gerakan mata.
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Hipersensitif terhadap kemampuan sensorik (sentuhan, gerakan, visual, atau suara).

Cara Mengatasi Bayi yang Sering Kaget saat Tidur

Setelah mengetahui bahaya dari bayi yang sering kaget saat tertidur, ibu tentu harus waspada dan memahami cara mengatasinya. Risiko refleks ini juga dapat membuat bayi tidak bisa tidur karena akan menangis dalam waktu yang lama.

Ini juga menjadi sinyal untuk berkomunikasi dengan orang tua ketika bayi merasakan ketidaknyamanan. Meski dianggap normal, kondisi bayi kaget saat tidur tetap harus diperhatikan oleh ibu.

Nah, berikut adalah beberapa saran atau hal yang dapat ibu lakukan untuk mengatasi bayi yang sering kaget saat tidur.

Jangan Membedong Bayi Terlalu Erat

Bayi yang dibedong terlalu erat mungkin mengalami kesulitan tidur dan akan mengganggu tidurnya. Namun, bukan berarti ibu tidak bisa membungkus bayi dengan selimut. Ibu masih bisa melakukannya karena membedong bayi membuatnya merasa nyaman, seperti di dalam kandungan.

Ibu juga bisa membedong bayi dengan kain yang lembut dan tidak terlalu tebal agar tidak mengurangi ruang gerak bayi saat tidur. Saat dibedong, leher dan kepala bayi harus tetap terbuka.

Letakkan Bayi di Dekat Ibu

Usahakan agar tubuh bayi dekat dengan ibu agar ia merasa aman dan nyaman saat tidur. Selain itu, ibu juga bisa meletakkan bayi di pangkuan atau menggendong bayi sampai ia tertidur.

Jangan membuat gerakan tiba-tiba ketika ibu ingin meletakkannya di tempat tidur. Kondisi ini akan menyebabkan bayi kaget dan terbangun.

Kurangi Hal yang dapat Memicu Bayi Kaget

Cobalah untuk menjaga lampu tetap redup atau pada intensitas yang merata. Jika ada kebisingan luar yang tidak dapat dihindari (seperti lalu lintas) pertimbangkan untuk menggunakan mesin white noise atau musik yang menenangkan untuk meredamnya.

Jika ibu harus bergerak di sekitar bayi saat mereka tidur, lakukan dengan setenang mungkin. Tetap berhati-hati dan waspadai pemicu spesifik untuk si kecil, khususnya.

Beri Bayi Pijatan Lembut

Bayi yang terkejut menunjukkan bahwa dia tidak dapat menikmati tidurnya karena takut atau tidak nyaman di sekitarnya. Pijatan lembut dapat digunakan sebagai pilihan untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak. Ibu bisa memijat lembut bagian tubuh seperti tangan, kaki, dada, dan punggungnya sebelum tidur.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.