Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pekan UMKM Kudus

Daster Premium yang Kece Bisa Didapatkan di Pekan UMKM Kudus

Stan Daster Priveku di Pekan UMKM Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Aneka daster premium dan busana trendi wanita keluaran Daster Priveku kini bisa didapatkan di Pekan UMKM Kudus yang digelar oleh PT Sukun Wartono Indonesia di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu dan Minggu (10-11/9/2022).

Dengan sederet koleksi daster kece, Daster Priveku hadir di stan sebelah barat panggung utama. Tepatnya di stan nomor 29.

Harga yang dibanderol untuk daster-dasternya pun bervariasi mulai dari Rp 165 sampai Rp 180 ribu. Harga yang tergolong cukup terjangkau untuk daster kelas premium berbahan dasar katun jepang, rubiya, hingga rayon.

Sementara outfit wanita seperti kemeja, dibanderol dengan harga Rp 35 ribu hingga Rp 170 ribu dan aneka kaos dari Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu.

”Silahkan mampir ke gerai kami mumpung kami sedang buka store offline di Pekan UMKM Kudus mulai Sabtu hari ini hingga Minggu besok,” kata Admin Daster Priveku Maya.

Baca: By Mecca Hadirkan Busana Muslimah Fashionable di Pekan UMKM Kudus

Pekan UMKM Kudus digelar PT Sukun Wartono Indonesia bekerja sama dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Even yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi lokal tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Jepara itu akan berlangsung mulai Sabtu (10/9/2022) hingga Minggu (11/9/2022) besok di Alun-alun Simpang 7 Kudus.

Acara tersebut berkonsep layaknya bazar kreasi. Dengan total stan berjumlah 75 buah merepresentasikan usia PT Sukun Wartono Indonesia yang kini telah menginjak usia 75 tahun pada 19 Agustus 2022 kemarin.

Baca: Bupati Kudus Puji Pekan UMKM yang Diinisiasi Sukun

Adapun pembukaannya, dilaksanakan langsung Bupati Kudus HM Hartopo didampingi sejumlah direksi PT Sukun Wartono Indonesia dengan cara memotong pita simbolis tanda dibukanya kegiatan lintas daerah tersebut.

 

Reporter:  Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.