Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Akui Ada Peretasan, Diskominfo Sukoharjo: Sudah Aman

Ilustrasi Penjahat Siber
Ilustrasi Penjahat Siber (Pixabay)

MURIANEWS, Sukoharjo – Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengakui adanya peretasan data yang terjadi, Sabtu (10/9/2022) pagi sebelum pukul 05.42 WIB.

Namun, masalah tersebut dipastikan sudah teratasi begitu ada laporan pada Sabtu (10/9/2022) pagi. Saat ini data tersebut pun sudah kembali aman.

Sebelumnya, akun Twitter @darktracker_int menuliskan peringatan bahwa 6.000 data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bocor karena diretas oleh hacker bad actor.

Tulisan peringatan tersebut diunggah Jumat (9/9/2022) malam dengan menyertakan logo Pemkab Sukoharjo. Data yang dituliskan bocor meliputi Nomor Induk Pegawai (NIP), Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, nama warga, dan email.

Kepala Diskominfo Sukoharjo Suyamto mengatakan kebocoran data tersebut memang baru terjadi di semua situs pemerintahan.

“Kebocoran memang kebetulan baru terjadi di semua situs pemerintah, diretas oleh (diduga hacker dengan nama) Bjorka. Momennya bersamaan dengan surat-surat rahasia presiden,” kata Suyamto.

Suyamto mengatakan, peretas baru masuk di level application programable interface (API) yang memang pengerjaannya belum sempat dibuatkan password.

“Server aman, namun ada data API yang disusun salah satu OPD (organisasi perangkat daerah) belum selesai dan belum sempat diberi pengaman (password), karena baru dibuat,” kata Yamto.

Ia mengatakan peretas berhasil masuk wilayah API, atau database bayangan. Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bocor  tidak keseluruhan, namun hanya sebagian.

Suyamto membenarkan data yang bocor tersebut meliputi Nomor Induk Pegawai (NIP), Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, nomor HP, dan alamat email.

Pihak Kominfo Sukoharjo menanggulangi kebocoran data dengan cara memberi pengaman (password) pada API yang posisinya masih terbuka karena belum selesai dalam pengerjaan.

”Kami selalu meningkatkan keamanan, sudah bagian dari tugas Kominfo mengamankan dengan unsur CISRT [computer emergency response team] Sukoharjo melakukan pelacakan dan penutupan,” lanjut Yamto.

Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Kominfo Sukoharjo, Muhammad Ngadenan, saat dihubungi, Sabtu (10/9/2022) membenarkan bahwa kebocoran telah aman teratasi.

“Kewenangan untuk menjawab ada di Kadinas Kominfo, masalah (data Pemkab Sukoharjo bocor diretas) sudah teratasi tadi pagi. Sebelum pukul 05.42 WIB teridentifikasi kebocoran dan sudah teratasi oleh tim research,” kata Denan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.