Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Kampus

Mahasiswa Unnes Sukses Buat Bahan Bakar Alternatif Pengganti Elpiji Berbentuk Gel

Alka-Gel, bahan bakar alternatif buatan mahasiswa Unnes yang diproyeksikan sebagai pengganti gas elpiji. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam Tim Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) berhasil membuat inovasi produk bahan bakar alternatif dalam bentuk gel.

Meski dalam pengembangan, bahan bakar yang diberi nama Alka-Gel tersebut diharapkan bisa menjadi pengganti gas elpiji untuk keperluan memasak.

Empat mahasiswa tersebut yakni Duwi Naely Maslahah, Naila Khoirina, Hasna Amalia Fauziyyah dari Fakultas Teknik (FT), dan Tessa Surya Kurniawan dari Fakultas Ekonomi (FE).

Baca: Keren! Mahasiswa Unnes Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ini Bahan Dasarnya

Ketua Tim PKM-K Alka-Gel, Duwi Naely Maslahah mengatakan, Alka-Gel merupakan bahan bakar cair kental hasil campuran bioetanol yang berasal dari limbah kulit buah dan terfortifikasi senyawa cangkang telur yang berperan sebagai gelling agent.

”Produk Alka-gel menjadi salah satu alternatif energi terbarukan yang dikemas dalam bentuk gel dengan nyala api yang jernih tanpa asap atau jelaga,” katanya

Ia menjelaskan produk ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap renewable energy. Dalam pembuatannya, ia didampingi oleh Prof Wara Dyah Pita Rengga yang merupakan dosen dari program studi Teknik Kimia Universitas Negeri Semarang.

Empat mahasiswa pembuat Alka-Gel yang diharapkan bisa jadi pengganti gas elpiji untuk memasak. (Murianews/Istimewa)

”Ditinjau dari kebutuhan bahan bakar alternatif dan ketersediaan bahan baku kulit buah dan cangkang telur yang melimpah, maka kami membuat Alka-Gel. Alka-Gel ini kami dibuat dengan kemasan yang praktis, ringan, mudah dibawa dan lebih aman,” terangnya.

Ia menyebutkan, inovasi ini dikembangkan menggunakan teknologi dan peralatan yang sederhana. Keungggulan dari produk ini yaitu tidak menimbulkan asap selama proses pembakaran, tidak berjelaga, tidak menyebabkan emisi gas berbahaya, non karsinogenik, non korosif, dan ramah lingkungan.

”Bentuk gel juga memudahkan dalam pengemasan dan pendistribusian,” tegasnya.

Karena masih dalam pengembangan, sasaran penjualan produk Alka-Gel saat ini di antaranya para pendaki gunung, pengusaha catering, dan home industry. Selain itu, produk ini juga dapat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana alam yang ada di pengunglsian.

Baca: Mahasiswa Unnes Sukses Bikin Program Pendeteksi Jantung Koroner dari Foto Wajah

”Satu liter Alka-Gel dapat digunakan untuk keperluan memasak dalam waktu 4 hari untuk keluarga yang terdiri dari 5 orang. Alka-Gel ini menghemat tempat dan mudah dibawa serta dapat digunakan kembali untuk sesi perapian berikutnya,” lanjutnya.

Duwi juga memastikan, harga produk ini jauh lebih terjangkau karena bahannya yang memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar. Hal ini dapat menjawab isu krisis energi dan mengurangi emisi CO2 diudara.

”Harapan kami, Alka-Gel ini mampu menggantikan penggunaan bahan bakar seperti spirtus, gas portable, dan gas LPG sebagai sumber energi dalam proses memasak yang digunakan masyarakat saat ini,” tandasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.