Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Inilah Bahaya Mengonsumsi Alkohol saat Hamil yang Penting Diketahui, Jangan Anggap Remeh!

Inilah Bahaya Mengonsumsi Alkohol saat Hamil yang Penting Diketahui, Jangan Anggap Remeh!

MURIANEWS, Kudus – Saat perempuan hamil, ada banyak perubahan pola hidup yang harus dilakukan. Selain menjaga makanan sehat dan bergizi, mengurangi aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran juga sangat dianjurkan buat ibu hamil.

Hal itu dilakukan demi kesehatan buat ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Meski terkadang cukup berat, namun perubahan pola itu perlu dilakukan.

Selain itu, ada juga pantangan yang harus dimengerti oleh ibu hamil. Salah satunya adalah tidak mengonsumsi alkohol.

Baca juga: Makan Daging Kambing buat Ibu Hamil, Boleh apa Tidak? Ini Penjelasannya

Melansir dari Halodoc, ada berbagai dampak berbahaya yang bisa dialami oleh ibu maupun bayi ketika masih terus mengonsumsi alkohol saat menjalani kehamilan. Selain dapat menyebabkan gangguan fisik dan otak setelah anak dilahirkan, tentunya mengonsumsi alkohol juga bisa memicu gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Dampak Bahaya yang Rentan Terjadi tiap Semester

Saat hamil, sebaiknya hindari pengonsumsian alkohol. Mengonsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin dalam rahim. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan efek jangka panjang setelah bayi dilahirkan.

Saat ibu mengonsumsi alkohol, kandungan alkohol akan bercampur dengan darah dan masuk ke dalam plasenta janin. Organ hati bayi adalah organ yang paling terakhir berkembang dan matang. Kondisi ini membuat bayi tidak dapat memproses alkohol yang masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan gangguan perkembangan.

Tidak ada salahnya ketahui berbagai efek samping yang terjadi pada tiap semester kehamilan, seperti:

Trimester Pertama

Penggunaan alkohol di tiga bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan bentuk wajah yang tidak normal. Selain itu, bayi juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan masalah sistem saraf pusat. Pada saat ini, otak bayi yang seharusnya mengalami perkembangan optimal dapat terganggu akibat asupan alkohol yang dikonsumsi oleh ibu.

Trimester Kedua

Jika pada trimester kedua ibu masih mengonsumsi alkohol, kondisi ini menambah efek samping yang mungkin akan terjadi. Misalnya berat badan lahir bayi yang sangat rendah. Bahkan, bayi berisiko mengalami gangguan pernapasan saat dilahirkan.

Trimester Ketiga

Dampak alkohol pada trimester ketiga dapat memicu kelahiran prematur dan kelainan bawaan lahir. Kelahiran prematur sebaiknya dihindari karena organ bayi yang belum sempurna sehingga dapat meningkat berbagai risiko gangguan kesehatan.

Waspada Fetal Alcohol Syndrome

Selain gangguan tersebut, alkohol juga dapat berdampak pada bayi setelah dilahirkan. Berbagai gangguan kesehatan pada bayi akibat pengonsumsian alkohol selama kehamilan dikenal sebagai fetal alcohol syndrome.

Tidak ada jumlah atau waktu yang baik untuk mengonsumsi alkohol saat hamil. Sebaiknya hindari alkohol saat hamil meskipun dalam jumlah yang kecil.

Tingkat keparahan fetal alcohol syndrome akan dialami berbeda-beda oleh tiap pengidapnya. Berikut ini gejala yang mungkin dialami pengidap fetal alcohol syndrome, seperti:

Gejala pada Fisik

  • Memiliki ciri wajah yang khas, seperti mata yang kecil, bibir atas tipis, dan hidung yang pendek.
  • Mengalami deformitas sendi, tungkai, dan jari.
  • Pertumbuhan fisik yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.
  • Mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Lingkar kepala dan ukuran otak yang lebih kecil.

Gejala pada Otak dan Sistem Saraf

  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan tubuh yang buruk.
  • Gangguan belajar dan intelektual.
  • Kemampuan ingatan yang buruk.
  • Gangguan pada kemampuan konsentrasi.
  • Hiperaktif.
  • Suasana hati yang cepat berubah.

Masalah Sosial dan Perilaku

  • Kesulitan melakukan sosialisasi dengan orang lain.
  • Kemampuan ketrampilan sosial yang buruk.
  • Kesulitan beradaptasi.

Itulah beberapa gejala yang bisa dialami oleh pengidap fetal alcohol syndrome. Tentunya kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com

Ruangan komen telah ditutup.