Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bangun Stadion Baru di Kudus

Djarum Mulai Lirik Atletik, Panahan dan Sepak Bola

Stadion Djarum
Djarum bangun stadion baru.(istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Perusahaan Djarum Kudus, selama ini identik dengan pengembangan olahraga bulutangkis. Namun dalam beberapa tahun ke depan, mereka sepertinya juga akan melirik beberapa cabang olahraga lainnya.

Pembangunan Stadion Djarum yang saat ini tengah berlangsung di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah adalah langkah awal mereka. Cabang olahraga sepak bola, panahan dan atletik akan menjadi fokus garapan mereka dalam ikut membangun dunia olah raga.

Stadion Djarum dibangun sejak 23 Mei 2022 oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Stadion Djarum ditarget dapat digunakan pada awal tahun 2023. Stadion ini selain menyediakan fasilitas untuk sepak bola, juga akan dilengkapi arena atletik dan panahan.

Fasilitas olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar. Pada bagian stadion nantinya juga akan dilengkapi tribun penonton berkapasitas 1.100 orang. Sedangkan untuk lapangan sepak bola, stadion ini akan menggunakan rumput sintetis.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, pihaknya tidak mengkhususkan Stadion Djarum hanya untuk sepak bola, nantinya. Sehingga di kompleks stadion ini juga dilengkapi venue atletik dan venue panahan.

“Pembinaan olahraga itu tidak bisa monopoli. Maka dari itu ada tiga cabor di Stadion Djarum. Kami ingin agar Kudus punya glory dan kebanggaan. Ketika nanti ada ajang multieven entah itu Porprov atau yang lainnya, Kudus sudah siap,” katanya, Jumat (2/9/2022).

Yoppy melanjutkan, pihaknya juga tidak ingin hanya fokus di pembinaan bulutangkis. Dia ingin mengembangkan sepak bola, atletik, dan panahan, sebagai bagian dari bakti perusahaan Djarum bagi daerah dan negara.

BACA JUGA: Pembangunan Stadion Djarum di Kudus Capai 40 Persen

“Kenapa kami juga ingin mengembangkan sepak bola? Karena animo masyarakat Kudus luar biasa. Tetapi, di sepak bola itu medalinya hanya dihitung satu,” sambungnya.

Untuk itu, pihaknya kemudian melanjutkan untuk mengembangkan atletik. Atletik dipilih karena merupakan ibu dari semua cabang olahraga.

“Atletik itu basic dari semua cabang olahraga. Dan medali yang diperebutkan itu banyak. Kami kembangkan atletik agar Kudus bisa bersaing dengan daerah lain, paling tidak setiap ada even bisa tiga besar,” ujarnya.

Sedangkan untuk panahan, Yoppy menyebut Indonesia pernah punya sejarah meraih medali perak di Olimpiade. Djarum ingin ada generasi penerus dari cabang olahraga panahan yang nanti dapat berlaga di arena Olimpiade.

“Apalagi orang Kudus kan terkenalnya titis (lihai dalam mengincar titik sasaran, red). Memang yang dahulu dapat perak di Olimpiade bukan orang Kudus, tetapi semoga nantinya ada,” imbuhnya.

Stadion Djarum dikerjakan oleh PT Jagat Konstruksi Abdipersada dari Jakarta. Biaya pengerjaan Stadion Djarum ditaksir lebih dari Rp100 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari bakti perusahaan Djarum untuk dunia olahraga Indonesia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Erje

Ruangan komen telah ditutup.