Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bupati Kudus Perintahkan Mesin Rokok dan Tanah SIHT Dibeli Tahun Ini

Bupati Kudus HM Hartopo. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo memerintahkan pembelian mesin rokok dan pembelian tanah untuk pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah harus terlaksana tahun ini.

Hal tersebut dilakukan agar para pelaku industri rokok bisa segera menikmati fasilitas-fasilitas dari pemerintah daerah yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus.

”Tanah dan mesin rokok pokoknya harus (tahun) ini, kalau mesin kan itu katanya sudah dirakit, nah yang tanah ini tim kemarin harus segera membuat keputusan. Saya tidak mau ikut-ikutan, tahun ini harus sudah beli tahun depan bangun SIHT-nya,” kata Hartopo, Kamis (1/9/2022).

Hartopo berharap dengan adanya dua pembelian ini, industri rokok di Kabupaten Kudus bisa lebih maju lagi. Selain itu juga, melalui langkah ini pula, produsen rokok ilegal di Kabupaten Kudus bisa semakin menghilang.

”Kami juga terus melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait pencegahan peredaran rokok ilegal ini di masyarakat,” pungkasnya.

Baca: Dok! Pemkab Kudus Tetap Putuskan Beli Mesin Rokok Buatan Taiwan

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan tim verifikator kini tengah mengkaji hasil studi lingkungan yang dilakukan di tiga tempat bakal lokasi industri tembakau terpusat itu.

Sementara untuk pembelian mesin rokok, pemkab memutuskan untuk tetap membeli mesin pembuat rokok jenis MK 8 yang sebelumnya diprotes Komisi B DPRD Kudus. Mesin tersebut sejatinya merupakan buatan Taiwan, namun perakitannya dilakukan di Kamboja.

Mesin MK 8 dinilai sudah mampu untuk mengakomodir produksi para produsen rokok industri kecil di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

”Tentunya dengan banyak pertimbangan, kami rasa mesin itu juga sudah standar dan sudah layak untuk ditempatkan di KIHT,” ucapnya

Selain itu, lanjut dia, komponen dan sparepart pendukung lain dari mesin rakitan Kamboja itu ada yang berasal dari dalam negeri. Sehingga persyaratan 40 persen komponen dari dalam negeri bisa terpenuhi. ”Jadi secara administrasinya juga tidak ada masalah,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.