Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penyebaran PMK di Jepara Diprediksi Masih Dinamis

Penyebaran PMK di Jepara Diprediksi Masih Dinamis
Petugas kesehatan hewan menangani ternak warga di Jepara yang kena PMK. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah diprediksi masih dinamis. Pemerintah setempat pun terus berupaya membendungnya.

Prediksi itu disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Mudofir, Rabu (31/8/2022). Salah satu indikatornya yaitu angka kasus per hari ini masih tinggi.

”Per hari ini kasus PMK di Jepara ada 415 ekor,” sebut Mudofir.

Baca: Kambing Program Bantuan di Jepara Terpapar PMK

Dari enam belas kecamatan, total hanya tiga yang masih nihil penyebaran PMKnya. Yakni Kecamamatan Mayong, Kalinyamatan, Karimunjawa dan Welahan.

Selebihnya masih berstatus zona merah. Dua kecamatan tercatat paling tinggi kasusnya. Yakni Kecamatan Kembang sebanyak 205 ekor dan Kecamatan Bangsri sebanyak 112 ekor.

Sejak awal kemunculannya, sampai hari ini jumlah kasus PMK di Kota Ukir telah tembus 1573 ekor. Tren ini diperkirakan naik karena muncul kambing-kambing yang terjangkit PMK.

Terbaru ada 12 ekor kambing yang terkonfirmasi PMK. Temuan itu didapati di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Menurut Mudofir, salah satu penyebab masih tingginya penularan PMK adalah kurang terbukanya peternak yang ternaknya bergejala PMK. Ini terjadi terutama pada pedagang yang ingin cepat-cepat menjual ternaknya.

”Kalau ketahuan kena PMK, otomatis harganya turun drastis,” ujar Mudofir.

Kendati demikian, Mudofir optimis penyebaran PMK di Jepara bisa dikendalikan. Melalui pengobatan dan vaksinasi, kasus PMK di Jepara terbilang sudah bisa ditekan penyebarannya.

”Dua pekan terakhir ini kasus turun sampai 100 kasus. Tapi ada juga muncul kasus baru. Kita terus berupaya mengendalikannya,” pungkas Mudofir.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.