Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Stok Kosong, Vaksinasi Booster Kedua Nakes di Kudus Mandek Sementara

Tenaga kesehatan (nakes) menyiapkan vaksin Covid-19. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Stok vaksin Moderna dan Pfizer di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah di pekan ini kosong. Padahal dua jenis vaksin itu digunakan untuk vaksinasi booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes).

Akibatnya, vaksinasi booster kedua atau dosis keempat itu untuk sementara mandek. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyebut akan melanjutkan vaksinasi booster kedua itu pekan depan.

Untuk diketahui, sejauh ini progres vaksinasi booster kedua bagi nakes baru mencapai 3.724 orang dari target 6.685 nakes yang harus divaksin. Capaiannya yakni sebesar 67,68 persen.

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad mengatakan, pekan ini stok vaksin Moderna dan Pfizer sedang kosong. Ketersediaan stok vaksin untuk booster kedua nakes diprediksi baru tersedia pada Senin (29/8/2022) mendatang.

”Untuk sementara vaksinasi bagi nakes tersendat. Karena stok vaksin dari provinsi (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, red) belum tersedia, baik Moderna maupun Pfizer,” katanya, Jumat (26/8/2022).

Baca: Nakes Grobogan Sudah Divaksin Booster Kedua, Berikutnya ke Masyarakat

Aniq menyampaikan, pendistribusian dari pihak Bio Farma belum sampai ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Aniq mendapatkan kabar jika stok baru tersedia pada Senin (29/8/2022).

”Sementara minggu ini berhenti dahulu menunggu ketersediaan stok,” sambungnya.

Meski tersendat di pekan ini, menurut dia tidak menjadi masalah. Pihaknya akan kembali menggenjot vaksinasi booster kedua bagi nakes pekan depan.

”Harapan kami sebanyak 6.685 nakes dapat tervaksin keseluruhannya hingga akhir bulan ini. Selain itu kami ingin agar nakes menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat untuk ikut vaksin demi meningkatkan imunitas,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.