Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Korban Banjir Bandang di Pati Masih Butuh Bantuan

Korban Banjir Bandang di Pati Masih Butuh Bantuan |MURIANEWS
Pembangunan rumah rusak di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Sejumlah korban banjir bandang, terutama di Desa Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih membutuhkan bantuan.

Sebab, mereka kehilangan tempat tinggalnya akibat musibah itu. Diketahui, 20 rumah di sana rusak saat banjir bandang melanda, Kamis (14/7/2022). Tak sekadar rusak, bahkan kondisinya hanya menyisakan satu ruangan dan beberapa hanyut.

Kepala Desa Tunjungrejo, Mochamad Ali Zuhri mengatakan, bantuan itu dibutuhkan guna membeli sejumlah material untuk membangun rumah mereka kembali dan membayar pekerjanya.

Baca: Banjir Pati: 30 Rumah Rusak dan 14 Hanyut

Saat ini, beberapa rumah sudah diperbaiki. Dana untuk membangun rumah ini berasal dari donasi, bantuan dari Baznas dan bantuan dari pemerintah. Namun bantuan dirasa masih kurang.

”Kami masih membutuhkan bantuan untuk membangun 3 rumah yang hilang. Pekan depan butuh tambahan biaya material dan upah tukang. Rp 15 juta kali 3 rumah hilang,” ujar Ali kepada Murianews, Sabtu (20/8/2022).

Bantuan Baznas sudah disalurkan. Sedangkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati baru sebagian yang sudah disalurkan. Sementara sisanya masih menunggu.

”Untuk bantuan yang dari Baznas sampun (sudah diserahkan). Yang dari Disperkim sebagian sampun, 3 rumah hilang dan 3 rusak ringan. Yang 14 rumah rusak sedang dan berat belum,” kata dia.

Berdasarkan musyawarah tim rehabilitasi, rumah yang hilang di desanya nantinya dibangunkan rumah tipe 69 dengan estimasi biaya Rp 62 juta per rumah.

Kondisi ini berbeda jauh dengan Desa Bulumanis Kidul yang juga terdampak cukup dahsyat banjir bandang. Di desa itu, sebanyak 17 rumah warga hilang, rusak berat, sedang, dan ringan.

Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto menyebutkan, progres pembangunan rumah rusak sedang sudah lebih dari 80 persen. Rumah rusak berat atau roboh pembangunan lebih dari 50 persen. Bahkan satu rumah yang roboh sudah selesai dikerjakan, sementara enam sisanya dalam proses pembangunan.

”Untuk bantuan rumah dari bansos kabupaten, Baznas, dari donasi-donasi yang berupa uang aupun material sudah mencukupi,” jelasnya.

Rinciannya, bantuan dari baznas untuk rumah rusak berat yakni Rp17,5 juta, Bansos kabupaten Rp10 juta per rumah. Untuk rumah rusak sedang dan ringan jumlah bantuan dari pemerintah bervariasi ada yang Rp10 juta ada pula yang Rp5 juta.

”Ditambah dari donasi dari warga masyarakat, Alhamdulillah sudah bisa berproses, mudah-mudahan 30 hari kedepan sudah bisa ditempati. Kita bangun rumah tipe 36, rumah layak huni,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.