Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Sulsel

Lakukan Pungli, Kepala LP Kelas IIA Parepare Dicopot

Ilustrasi

MURIANEWS, Makassar – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Parepare berinisial Z dicopot dari jabatannya karena terbukti melakukan praktik pungutan liar (pungli). Tak tanggung-tanggung, Z memungut biaya hingga Rp 40 juta kepada keluarga napi sebagai syarat napi tersebut bebas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel Liberti Sitinjak membenarkan adanya praktik pungli tersebut. Saat ini Z pun sudah dicopot dan tengah diproses secara kelembagaan.

”Iya benar (praktik pungli) dan saya sudah (ajukan permohonan hukuman). Kepala LP Parepare resmi saya tarik ke Kanwil dan sudah mengusulkan hukuman disiplin ke pusat. Saya tinggal menunggu hukuman (SK sanksi),” ujar Liberti di Makassar seperti dikutip Antara.

Saat ditanyakan apakah ada saksi pidana dijatuhkan kepada Kepala LP tersebut, kata dia, ada bagian pembinaannya namun proses administrasi dan kode etik tetap dikenakan kepada yang bersangkutan.

”Saya pikir kalau pidana, itu adalah bagian yang saya katakan tadi, di pembinaan. Sepanjang kita masih bisa bina, saya pikir biarlah yang bersangkutan itu mendapatkan hukuman disiplin di instansi kita,” tuturnya.

Ia melanjutkan, setelah adanya pencopotan tersebut, pihaknya tengah menunggu diterbitkannya Surat Keputusan (SK) yang baru untuk pergantian Kepala LP di sana secara definitif.

”Pasti ada hukuman jabatan. Yang saya usulkan (ke pusat) pencopotan dari jabatan,” katanya.

Ditanyakan pula apakah ada kaki tangan maupun petugas LP dicurigai ikut bermain atas perilaku pungli tersebut, bahkan praktik pemberian uang itu diduga sudah berlangsung sejak lama, Liberti mengatakan sedang dilakukan pendalaman.

”Pasti turunannya ke bawah (pegawai LP) pasti kena. Saya pastikan ada (orang lain). Saya kan di sini baru, kalau dikatakan sudah itu (berlangsung lama), sudah (kasus) ini saja, yang jelas itu ada di hadapan saya. Ada benang merahnya, terbukti” ungkap Liberti.

Mantan Kepala LP Kelas IA Nusakambangan ini mengemukakan, pihaknya tidak bisa menyatakan praktik pungli itu berlangsung sejak dulu atau baru sekarang setelah terungkap.

Sebab masih dalam proses investigasi. Begitu pula kasus pungli di LP Kelas IIB Takalar, masih didalami tim khusus. Kedua Kepala LP ini telah dinonaktifkan dari jabatannya.

”Saya tidak menyatakan baru atau lama, tapi yang jelas fakta itu ada. Kalau kapan mulai, pemeriksaannya kan ini sementara berlangsung (di LP Parepare dan Takalar),” ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi Kepala LP Kelas IIA Parepare, Z diduga menjalankan praktik pungli kepada keluarga tahanan maupun narapidana dengan meminta uang hingga Rp40 juta agar bisa segera dibebaskan.

Praktik itu terbongkar ketika muncul kwitansi penerimaan uang, meski ada tanda tangan tapi tanpa nama ke media sosial dan kini menjadi perbincangan publik

Begitu pula kasus praktik pungli yang sama diduga dijalankan Kepala LP IIB Takalar, EM ikut terbongkar.

Dari pihak keluarga narapidana dijanjikan diberi remisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus, asalkan membayar Rp 15 juta. Padahal, dalam aturan pemberian remisi ada syarat dan ketentuan tidak diperkenankan membayar sejumlah uang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.