Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tali Asih Penemu Fosil di Situs Patiayam Kudus Terancam Mandek

Pengunjung mengabadikan momen saat berkunjung ke Museum Patiayam. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Program pemberian tali asih bagi penemu fosil di Situs Purbakala Patiayam, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terancam mandek atau tidak ada lagi.

Padahal selama ini, fosil purbakala kerap ditemukan warga sekitar dan diserahkan ke Museum Situs Purbakala Patiayam untuk diselamatkan.

Para penemu juga mendapatkan tali asih sebagai bentuk terimakasih telah menyerahkan fosil purbakala yang ditemukan ke museum.

”Tali asih itu sudah hampir tidak ada. Jadi kemarin UPT Sangiran bilang kalau SPJ tali asih sudah selesai. Tapi tetap nanti kami usahakan untuk tetap dapat kompensasi, atau tali asih, karena kasihan nanti kalau tidak dapat,” kata Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam Moh Jamin, Jumat (19/8/2022).

Baca: Gading Gajah Purba Raksasa Kembali Ditemukan di Patiayam Kudus

Ia menjelaskan, memang selama ini warga selalu berasumsi saat menemukan dan menyerahkan fosil mendapatkan tali asih. Meski nilainya tidak terlalu banyak.

”Untuk ganti lelah lah tali asih itu, biasanya nominal bervariasi sesuai temuan fosilnya. Mungkin jika tidak bisa terjadi kerusakan (terhadap fosil, red). Terakhir, pertengahan tahun ini sekitar April 2022 warga penemu mendapatkan tali asih,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan (Rahmuskala) Dinas Kebudayaan, dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mitta Hermawati juga membenarkan bahwa tali asih yang biasanya diberikan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran untuk penemu fosil, kini sudah tidak ada lagi.

”Karena Sangiran, yang saat ini ikut Kementerian itu sedang ada perombakan di organisasinya dan sepertinya akan dibagi menjadi korwil. Anggaran tahun ini baru setengah jalan, ditarik ke depan semua. Ketika nanti sudah terbentuk organisasi baru pasti ada lagi, (tali asih, red),” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.