Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kena Tilang, Pemuda di Semarang ini Malah Berniat Letakkan Sabu-Sabu di Pos Polisi

Kena Tilang, Pemuda di Semarang ini Malah Berniat Letakkan Sabu-Sabu di Pos Polisi
Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Semarang – Seorang pemuda bernama Ferdian Wijaya, warga Kota Semarang, Jawa Tengah diamankan polisi karena kedapatan hendak berbuat nekat. Yakni, melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu di dekat pos polisi Bangkong, Kota Semarang.

Melansir dari Solopos.com, kejadian ini berawal saat Ferdian memang berniat mencari lokasi yang aman untuk meletakan sabu-sabu yang nantinya diambil pemesannya, Rabu (10/8/2022). Namun saat mengendarai sepeda motor, ia mendapat surat bukti pelanggaran atau tilang dari aparat polisi karena dianggap melanggar lalu lintas.

Saat mendapat surat tilang itu, pemuda asal Semarang ini masih memikirkan cara meletakkan narkoba jenis sabu-sabu yang akan diambil pemesannya. Ia bahkan sempat berulangkali memotret pos polisi Bangkong di jalan MT Haryono agar pemilik sabu-sabu mengetahui secara pasti lokasi dirinya meletakkan barang terlarang tersebut.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Karawang Terkait Sabu-Sabu

Hal itu pun mengundang kecurigaan aparat polisi hingga akhirnya dirinya pun ditangkap setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu. ”Saya sedang blank, sehingga enggak sadar apa yang saya lakukan waktu itu,” ujar Ferdian saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (16/8/2022).

Aparat polisi yang bertugas di Pos Polisi Bangkong kemudian menginterogasi dan menggeledah Ferdian. Mereka pun mendapatkan 46 plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu seberat 0,5 gram. Selain itu, polisi juga menemukan empat bungkus korek api kayu yang berisi sabu-sabu dengan berat 0,5 gram.

”Selain itu dari tangan tersangka juga didapatkan satu bungkus tisu yang di dalamnya terdapat sabu seberat 1 gram. Setelah dikembangkan, ternyata Ferdian ini juga sudah ‘menanam’ barang di Kelurahan Lamper,” terang Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Edy Sulistyanto.

Pengakuan pelaku, sabu-sabu tersebut merupakan miliki seseorang bernama Kiting. Ferdian mengaku mendapat upah Rp 400.000 dan jatah memakai barang terlarang itu secara gratis untuk setiap pekerjaan mengirim sabu-sabu yang berhasil dijalankan.

Sementara itu, Kiting saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Satresnarkoba Polrestabes Semarang. Sementara bagi Ferdian, polisi menjerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

“Sementara modus operandinya pelaku menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman, jenis sabu-sabu,” imbuh Edy.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.