Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kudus Kembali Minta Tambahan Vaksin PMK

Vaksinasi pada hewan ternak sapi perah di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, kembali mengajukan tambahan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Rencananya, pemkab akan mengajukan 500 dosis lagi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pemkab, sebelumnya menerima total alokasi vaksin sebanyak 800 dosis beberapa waktu lalu dan telah disuntikkan pada 791 hewan ternak sapi yang sehat dan muda di Kabupaten Kudus.

Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sidi Pramono mengungkapkan, pengajuan alokasi vaksin digunakan untuk mengkover ternak sehat dan muda di Kudus yang belum menerima vaksinasi kemarin.

Selain itu, muncul pula kajian jika ternak yang sudah terpapar PMK dan sembuh bisa diberikan vaksin PMK.

”Tapi itu masih sebatas kajian jadi kami masih menunggu teknisnya, yang jelas akan disuntikkan pada hewan sapi atau kerbau yang masih muda dan sehat,” katanya, Senin (15/8/2022).

Baca: Ternak Terjangkit PMK di Kudus Tinggal 33 Ekor

Dia menambahkan, untuk kebutuhan vaksin PMK bagi ternak di Kabupaten Kudus memang cukup banyak. Pihaknya memperkirakan jumlahnya mencapai lima ribuan dosis untuk lima ribuan ternak sapi dan kerbau.

”Harapannya (dropping) nanti memang lebih banyak, tapi kita tunggu saja nanti karena alokasinya kan di-dropping dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi, kemudian di provinsi nanti dibagi sesuai kebutuhan dan tingkat penyebaran virusnya,” pungkas dia.

Adapun manfaat vaksin sendiri adalah untuk meningkatkan antibody dari para hewan ternak. Sehingga hewan tersebut tidak mudah terserang PMK.

Masing-masing sapi, rencananya akan meneri-ma tiga kali suntikan vaksin dengan jumlah dosis per suntikannya sebanyak 2 ml.  Suntikan pertama ke kedua punya jeda empat pekan dan suntikan kedua ke suntikan ketiga punya jeda selama enam bulan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.