Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ternak Terjangkit PMK di Kudus Tinggal 33 Ekor

Dokter hewan Dispertan Kudus tengah mengecek kondisi lidah sapi di salah satu kandang di Desa Besito Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah ternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang terindikasi terpapar virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menurun. Terbaru, jumlahnya kini hanya mencapai 33 ekor saja dari sebelumnya yang mencapai ratusan ternak.

Hal tersebut diketahui dari Data Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Kudus) yang di-update Senin (15/8/2022).

Dalam data tersebut, diketahui telah ada sebanyak 638 ternak jenis sapi dan kerbau yang terindikasi terpapar virus.

Namun, jumlah ternak yang sembuh juga tak kalah banyak, yakni sebanyak 543 ternak. Sementara 57 sisanya dilakukan potong paksa dan lima ternak mati.

”Bisa dibilang kondisinya sudah membaik, jumlah ternak yang harus mendapat perawatan juga tinggal 33 ekor saja,” kata Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Sidi Pramono, Senin (15/8/2022).

Walau begitu, pihaknya menjamin Dispertan tetap melakukan pencegahan sekaligus penanggulangan virus PMK di Kota Kretek. Harapannya, Kudus bisa segera terbebas dari virus lawas itu.

”Termasuk dalam hal vaksinasi, akan kami genjot lagi ketika vaksin PMK sudah tersedia,” pungkasnya.

Baca: Ratusan Ternak di Kudus Sudah Divaksin PMK Dosis Lengkap

Dispertan telah memberikan vaksin PMK lengkap pada 491 ternak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Baik ternak sapi maupun kerbau, semuanya kini dalam keadaan yang sehat.

Adapun manfaat vaksin sendiri adalah untuk meningkatkan antibody dari para hewan ternak. Sehingga hewan tersebut tidak mudah terserang PMK.

Masing-masing sapi, rencananya akan meneri-ma tiga kali suntikan vaksin dengan jumlah dosis per suntikannya sebanyak 2 ml.  Suntikan pertama ke kedua punya jeda empat pekan dan suntikan kedua ke suntikan ketiga punya jeda selama enam bulan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.