Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Melongok Pati Tempo Dulu di Galeri Pati Mbiyen

Melongok Pati Tempo Dulu di Galeri Pati Mbiyen
Koleksi foto Pati Tempo Dulu di Galeri Pati Mbiyen. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Sejumlah foto berderet menampilkan Pati tempo dulu di Gedung Juang 45 Pati, Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Bangunan Gedung Juang 45 Pati sendiri merupakan salah satu saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa ruangan di gedung itu sendiri diubah menjadi Galeri Pati Mbiyen.

Sementara, halaman Gedung di depan Hotel Pati itu dibuat untuk wisata kuliner. Di Galeri Pati Mbiyen tampak foto-foto bersejarah perjalanan Kabupaten Pati.

Di antara foto-foto itu, ada gambar penobatan Sunan Kuning menjadi pemimpin Pati dan sekitarnya pada 1742 M, foto-foto Bupati Pati, foto Masjid Agung Pati dahulu dan arsip penting lainnya.

Baca: Tak Disangka, Kisah Kemerdekaan Indonesia Juga Datang dari Desa Indah di Pati Ini

Total ada sekitar 76 foto dan arsip yang dipajang di Galeri Foto Mbiyen. Puluhan arsip yang dipajang ini salinan. Itu dilakukan untuk menjaga arsip yang asli dari tangan-tangan jail.

Kabid Kearsipan pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pati, Bernadita Rachmat Kusumawati mengatakan, galeri ini didirikan pada 2019 lalu. Pihaknya bekerja sama dengan Kodim 0718/Pati untuk mendirikan galeri ini.

”Tunjuan dari membuat ini, kami ingin publikasi tentang kesejahteraan biar masyarakat tahu tentang sejarah itu seperti apa dan agar menumbuhkan wahana belajar dan kuliner,” ujar Bernadita.

Sayangnya, masih sedikit orang yang mengetahui dan tertarik mengunjungi galeri ini. Meskipun pengunjung wisata kuliner di sana tergolong ramai. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengunjungi Galeri Pati Mbiyen. Apalagi pihaknya tidak menarik biaya bagi pengunjung.

”Ini gratis. Itu hanya ruang pameran. Animo masyarakat ke memang masih sepi. Mungkin karena saat ini masuk sekolah jadi mungkin (anak sekolah) ndak kesana. Sementara ini kita mensosialisasikan di media sosial agar banyak masyarakat yang berkunjung,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.