Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anggaran untuk Difabel Jepara Hanya Rp 500 Juta

Anggaran untuk Difabel Jepara Hanya Rp 500 Juta
Salah satu penyandang dissabilitas sedang bermain gamelan di Pendapa RA Kartini Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Anggaran fasilitasi bagi difabel Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sangat minim. Nilainya hanya sebesar Rp 515.678.000 pada tahun ini.

Jumlah anggaran yang digelontorkan tahun ini pun lebih kecil ketimbang sebelumnya. Di mana, pada 2021, anggaran untuk difabel sebesar Rp 594.490.500.

Angka tersebut tak sebanding dengan jumlah difabel di Kabupaten Jepara, yakni 2557 jiwa. Rinciannya, 660 orang masih usia anak dan 1897 dewasa.

Jika dibagikan, maka setiap difabel di Jepara mendapatkan sekitar Rp 200 ribu dalam setahun.

Baca: Gagasan Para Pemikir Bangsa Bakal Dibedah di Jepara

Kabid Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial (Rehabperlinjamsos) Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Budhi Sulistiyawan mengatakan, dari jumlah 2557 jiwa, sebagian besar adalah tuna daksa.

”Prosentase terbesar tuna daksa sebanyak 31 % , dan terkecil mental eks psikotik sebanyak 9%,” kata Budhi Sulistyawan, Sabtu (13/8/2022).

Wilayah dengan jumlah difabel terbesar di Jepara, yakni di Kecamatan Mlonggo. Jumlahnya mencapai 322 jiwa. Sedangkan terkecil di Kecamatan Karimunjawa, hanya tujuh orang.

Budhi mengatakan, anggaran segitu digunakan untuk menjalankan tiga program. Yakni, kegiatan peringatan Hari Disabilitas, Pelatihan Kemandirian bagi Difabel, dan Bantuan seperti alat bantu, bantuan modal hingga logistik.

”Untuk pelatihan, setiap tahun ada tiga kali. Pelatihan ini guna melatih kemandirian para penyandang disabilitas,” jelas Budhi.

Budhi berharap, program-program yang dijalankan itu tak hanya sebatas formalitas semata. Melainkan program itu memiliki visi panjang. Salah satunya yakni dengan pendampingan secara berkelanjutan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.