Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Nikmatnya Menyantap Nasi Berkah Kepungan di Kirab Buka Luwur Sunan Kedu di Kudus

Nikmatnya Menyantap Nasi Berkah Kepungan di Kirab Buka Luwur Sunan Kedu di Kudus
Foto: Kepala Bagian Dapur Buka Luwur Sunan Kedu, Munawar menata nasi berkah atau nasi kepungan. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ada momen istimewa yang ditunggu dalam prosesi kirab Buka Luwur Sunan Kedu Kudus. Yakni, menyantap nasi berkah secara kepungan atau bersamaan di atas nampan yang dilangsungkan setelah selesai pelaksanaan kirab.

Pengamatan Murianews di lokasi, tampak panitia sedang menyiapkan nasi berkah atau nasi kepungan. Lokasinya masih satu area dengan makam Sunan Kedu di Dukuh Krajan RT 04, RW 02, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di atas nampan nasi berkah tersebut tersaji nasi, daging kerbau, daging kambing, dan kuah gulai.

”Ini nasi berkah atau nasi kepungan sebagai tanda selamatan kanjeng Sunan Kedu,” kata Kepala Bagian Dapur Buka Luwur Sunan Kedu, Munawar, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Kirab Buka Luwur Sunan Kedu di Kudus Digelar, Begini Suasananya

Munawar melanjutkan, pihaknya menyajikan 500 nampan nasi berkah atau nasi kepungan. Satu nampan bisa disantap empat orang. Kemudian, ada tiga ekor kerbau dan 12 kambing dipotong untuk sajian nasi berkah.

”Semua warga boleh ikut makan. Warga dari luar Desa Gribig juga boleh ikut makan nasi kepungan ini,” sambungnya.

Menurutnya, tradisi menyantap nasi kepungan itu sudah ada sejak 17 tahun. Perayaannya dilangsungkan setiap 13 Muharam bertepatan dengan kegiatan Buka Luwur Sunan Kedu.

Pihaknya mengaku mempersiapkan acara nasi kepungan sejak dua hari lalu hingga hari ini. Sebanyak 22 perewang atau tenaga dikerahkan untuk membantu menyiapkan nasi berkah atau nasi kepungan ini.

Dia menjelaskan, tidak ada mekanisme khusus, seperti pembagian kupon bagi yang hendak menyantap nasi kepungan. ”Silahkan langsung dimakan saja bareng-bareng,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawar menyampaikan, tahun ini jumlah nampan yang disajikan lebih banyak, yakni 500 nampan. Berbeda dengan dua tahun terakhir saat pandemi Covid-19 yang hanya 100 nampan saja.

”Dua tahun terakhir kirabnya tidak ada. Kalau nasi kepungannya masih ada tetapi hanya 100 nampan saja,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.