Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Korban Banjir Bandang Pati Segera Diserahkan, Ini Angkanya

Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Korban Banjir Bandang Pati Segera Diserahkan, Ini Angkanya
Salah satu rumah di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso yang rusak akibat banjir bandang. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Bantuan untuk perbaikan rumah rusak milik korban banjir bandang di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah akhirnya di serahkan.

Total bantuan yang diserahkan yakni Rp 423 juta. Jumlah tersebut diperuntukkan 37 rumah milik korban banjir bandang.

Penyerahakn bantuan dilakukan secara simbolik di Balai Desa Bulumanis, dalam waktu dekat. Bantuan itu diperuntukkan korban banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo.

Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati, Hartonono mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari dana Pemkab Pati dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati.

”Banjir bandang yang ada di kecamatan Margoyoso itu ada dua sumber dana. Bantuan untuk memperbaiki rumah yang hanyut dan rusak akibat banjir bandang,” ujar Suhartono.

Baca: Banjir Pati: 30 Rumah Rusak dan 14 Hanyut

Rinciannya, dari Baznas Pati dianggarkan sebesar Rp 322,5 juta. Sedangkan Pemkab Pati membantu sebanyak Rp 100,5 juta.

”Kami mengajak sektor swasta, Baznas dan Disperkim membantu membiayai membangun rumah rusak, baik yang hanyut, rusak parah dan rusak sedang. Jumlah yang kami verifikasi di lapangan ada 37 rumah di dua desa itu (Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo),” ujar dia.

Ia menjelaskan, tiap penerimanya mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda. Itu bergantung dari tingkat kerusakannya. Paling tinggi, mereka mendapatkan bantuan Rp 27,5 juta dan yang rendah Rp 3,5 juta.

”Nanti diserahkan bersama-sama di Desa Bulumanis Kidul. Diserahkan oleh Pak Bupati Pati Haryanto,” kata dia.

Mengingat jumlah nominal ini masih sedikit dibanding dengan kerusakan yang dialami warga, pihaknya pun mengajak masyarakat dan pihak swasta lainnya untuk ikut memberikan bantuan. Ini diperlukan agar rumah yang rusak dapat diperbaiki secara optimal.

”Uang Rp 27 juta tentunya tidak cukup untuk membangun rumah dari nol. Maka perlu suwadaya masyarakat untuk membantu dan pihak swasta lainnya agar rumah bisa terbangun,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.