Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tingkatkan Perlindungan Jaminan Kesehatan, Pemkab Grobogan dan BPJS Kesehatan Gelar Bimtek SIKS-NG

Tingkatkan Perlindungan Jaminan Kesehatan, Pemkab Grobogan dan BPJS Kesehatan Gelar Bimtek SIKS-NG
Suasana sosialisasi BPJS Kesehatan Cabang Kudus tentang pengusulan PBI-JK di Setda Grobogan. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Pelindungan jaminan kesehatan di Kabupaten Grobogan terus ditingkatkan. Yakni, dengan meningkatkan kepesertaan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JKN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Moh Sumarsono mengatakan, sesuai perundang-undangan negara dan pemerintah berkomitmen dalam memberikan kepastian perlindungan Jaminan Kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui BPJS.

Untuk itu, pihaknya bersama BPJS Kesehatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Operator Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) bagi Desa/Kelurahan Kabupaten Grobogan.

Baca: Ketahui, Ini Empat Jenis Kecelakaan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kegiatan yang digelar, Senin (8/8/2022) itu bertujuan untuk menyisir penduduk Grobogan yang belum menjadi peserta jaminan kesehatan. Di samping itu, kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas SDM bagi pengelola Data Terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai agar lebih optimal dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC),” kata Sumarsono, Selasa (9/8/2022).

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agustian Fardianto mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2024, minimal 98 persen dari total penduduk Indonesia sudah tercakup JKN.

”Di Kabupaten Grobogan saat ini jumlah peserta JKN yang sudah terdaftar dan aktif sekitar 77 persen. Mudah-mudahan dengan pemenuhan kuota ini, kami bersama-sama dengan kabupaten lain di seluruh Indonesia dapat menuju angka ideal 98 persen. Ini semata-mata untuk kepentingan seluruh masyarakat di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah merasakan manfaat Program JKN. Hal ini terbukti melalui tingkat kepuasan peserta sudah mencapai poin 86.

”Jadi dalam hal ini yang bergerak tidak hanya BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan bahkan sampai tingkat pemerintahan desa pun tetep melayani masyarakat atau peserta JKN dengan prima,” ungkap Ardi.

Pihaknya berharap output dari sosialisasi tersebut dapat terpenuhi kuota PBI JK bulan ini yang dibuka sekitar 7.000 jiwa. Selain itu, dia pun berharap operator SIKS-NG desa dan kelurahan sudah lancar dalam mengoperasionalkan aplikasi SIKS-NG. Sehingga dapat memenuhi kuota PBI JK yang disediakan per kabupaten sampai nanti ditetapkan per desa.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.