Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ditutup Sejak Juni, Pasar Hewan di Karanganyar Tak Kunjung Dibuka

Ilustrasi. Petugas mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, beberapa waktu lalu. (Dok Murianews)

MURIANEWS, Karanganyar – Setelah ditutup sejak Juni 2022, hingga saat ini pasar hewan di Kabupaten Karanganyar tak kunjung dibuka. Pemkab beralasan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih merebak dan jadi ancaman tersendiri

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar Martadi mengaku masih akan berkoordinasi dengan dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertan PP) sebelum memutuskan membuka kembali pasar hewan.

Selain itu, ia juga lampu hijau dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono. ”Sejauh ini belum ada instruksi untuk dibuka. Sementara masih ditutup,” kata Martadi kepada Solopos.com, Selasa (9/8/2022).

Martadi mengatakan koordinasi dengan dinas terkait diperlukan sebelum membuka pasar hewan. Hal ini menyangkut bagaimana potensi kasus PMK saat ini dan dampak jika pasar hewan dibuka.

Di singgung terkait temuan PMK ke hewan ternak babi, Martadi mengatakan jual beli babi tidak pernah dilakukan di pasar hewan Karanganyar. Transaksi jual beli babi langsung dilakukan dari peternak ke pembeli.

“Untuk kasus temuan PMK ternak babi ini kami belum tahu pastinya,” katanya.

Seperti diketahui di Karanganyar ada lima pasar hewan yakni Pasar Hewan Karangpandan, Pasar Hewan Gondangrejo, Pasar Hewan Jatipuro, dan Pasar Hewan Karanganyar.

Kabupaten Karanganyar sendiri termasuk daerah yang “telat” menutup pasar hewan dibandingkan daerah lain di Soloraya. Pemkab Karanganyar baru menutup pasar hewan pada 16 Juni 2022. Sementara daerah lain seperti Sragen telah menutup pasar hewan mereka sejak 31 Mei 2022, Boyolali sejak 27 Mei 2022.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.