Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jepara Butuh Guru Agama Kristen

Jepara Butuh Guru Agama Kristen
Pj Bupati Jepara menerima audiensi terkait kurangnya guru agama Kristen. (Murianews/Diskominfo Jepara)

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 18 sekolah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengalami kekosongan pada pengajar atau guru agama Kristen. Rinciannya, 14 di tingkat SD dan empat di SMP.

Itu Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Jepara, Sri Alim dihadapan Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat audiensi di Commend Center Kantor Bupati, Senin (8/8/2022).

”Banyak kekosongan guru karena di beberapa sekolah guru agama Kristen pensiun,” terang Sri Alim.

Baca: Pembangunan Perumahan Komunitas di Jepara Diharap Segera Diselesaikan

Sri Alim berharap, melalui audensi itu kekurangan guru Agama Kristen dapat segera diisi. Yakni dengan membuka formasi PPPK di posisi guru Agama Kristen di Jepara.

”Kami berharap formasi PPPK Agama Kristen dibuka agar anak didik kami tidak terabaikan dalam pendidikannya,” harap Sri Alim.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara, Ony Sulistijawan menyampaikan, ada 3 pola yang dilaksanakan dalam pengangkatan PPPK nantinya.

Pertama, menyelesaikan tahap ketiga perekrutan PPPK yang lalu dan mengangkat langsung. Kedua, observasi dari Kepala Sekolah. Ketiga, seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

”Untuk sementara waktu, bisa berkoordinasi dengan guru yang masih aktif mengajar guna membantu mengisi kekosongan di sekolah-sekolah tersebut,” kata Ony.

Menanggapi itu, Edy Supriyanta menyebut, kekosongan Guru Kristen di Jepara karena adanya faktor kurang komunikasi dari dinas dan stakeholder yang terkait.

Menurutnya, perlu adanya koordinasi dan pemetaan guru agama Kristen. Untuk itu sekolah yang memiliki tenaga pendidik agama Kristen, diminta mengajar dan mengisi sekolah yang masih kosong untuk sementara waktu agar dapat saling jalan dengan baik.

“Komunikasikan dengan pihak-pihak terkait supaya masalah ini dapat teratasi dengan cepat,” tegas Edy.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.