Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Jepara Diminta Peka Pada Kebutuhan Atlet Difabel

Atlet Difabel Jepara
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta memberikan uang pembinaan kepada Aris Wibawa. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dua atlet difabel asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah mengharumkan nama Bumi Kartini di kancah internasional. Berbagai pihak pun meminta kepada pemerintah daerah mau peka terhadap potensi dan kebutuhan atlet penyandang dissabilitas.

Subhan, atlet parabulutangkis, telah mempersembahkan dua medali emas pada gelaran ASEAN Para Games 2022 kepada Kota Ukir. Dirinya memiliki harapan besar supaya orang-orang sepertinya mendapatkan ruang yang sama di hadapan masyarakat dan pemerintah.

“Pemerintah Jepara semoga bisa mensuport atlet-atlet lokal,” harap Ucok, sapaan akrab Subhan, Senin (8/8/2022).

Sementara itu, Aris Wibawa, peraih dua medali emas cabang olahraga renang ASEAN Para Games 2022, juga berharap demikian. Oleh banyak pihak, fasilitas olahraga bagi penyandang dissabilitas di Jepara sangatlah kurang. Baik dari segi keramahan venue maupun lainnya.

Hal itulah yang membuat Aris lebih nyaman beraktivitas olahraga di luar kota. Aris mengaku sudah bertahun-tahun latihan renang di Kota Solo.

“Saya lebih nyaman di Solo,” ungkap Aris.

Miftahul Faizin, Wakil Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jepara, mengungkapkan bahwa atlet penyandang dissabilitas Jepara sudah diakui seutuhnya oleh pemerintah pusat dan provinsi.

Saat ini, Aris sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), di Bagian Deputi 4 Pengelola Sarana Olaharaga pada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

“Mereka dihargai seutuhnya. Tinggal pemerintah daerah (Pemkab Jepara, red) ini saja. Kalau mau membuka kran-nya (perhatian, red). Harapan kami seperti itu,” kata pria asal Desa Sukosono, Kecamatan Tahunan ini.

BACA JUGA: Dua Atlet ASEAN Para Games Diarak Keliling Kota Jepara

Soal fasilitas olahraga, Faiz menilai di Jepara sangatlah minim. Lebih jauh dari itu, banyak atlet difabel kesulitas mengakses fasilitas olahraga itu.

“Banyak fasilitas yang aksesibilitasnya kurang ramah. Saya harap itu segera diperbaiki. Agar muncul lebih banyak atlet dari Jepara. Subhan dan Aris sudah menjadi buktinya,” tegas Faiz.

Menanggapi hal ini, Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, akan meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jepara untuk memperbaiki pembinaan kepada para atlet penyandang dissabilitas.

Sejauh ini, NPCI Jepara tak mendapatkan banyak anggaran untuk proses pembinaan atlet. Pada tahun ini saja, anggaran untuk itu hanya berkisar di angka Rp 55 juta.

“Kita minta KONI untuk lebih baik dan lebih maju lagi memberikan pembinaan. Kita percayakan kepada KONI,” ujar Edy.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi Erje

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.